SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih Grand Zakat Award 2026 kategori Gubernur Pendukung Zakat Terbaik dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Penghargaan tersebut diberikan atas komitmennya memperkuat pengelolaan zakat untuk pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penghargaan itu diterima oleh Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, R. Heru Wahono Santoso, yang mewakili Khofifah dalam acara di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, pekan lalu.
Khofifah menyebut penghargaan tersebut sebagai hasil kolaborasi pemerintah daerah, BAZNAS, dan berbagai pihak yang berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan zakat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Menurut dia, salah satu fokus Pemprov Jatim bersama BAZNAS Jatim adalah mengembangkan zakat produktif untuk mendukung pelaku usaha ultra mikro dari kalangan mustahik atau orang yang berhak menerima zakat.
“ Kami bersama Baznas Jatim terus berkomitmen mengoptimalkan dan menyalurkan zakat produktif bagi pelaku usaha ultra mikro mustahik (orang yang berhak), baik bagi masyarakat kurang mampu, miskin maupun anak yatim,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Program tersebut diwujudkan melalui bantuan rombong, peralatan usaha, dan dukungan modal. Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan penerima agar dapat menunjang kegiatan usaha, meningkatkan pendapatan, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Khofifah berharap sinergi pemerintah, BAZNAS, dan elemen masyarakat terus diperkuat sehingga penyaluran zakat dapat menjangkau lebih banyak kebutuhan masyarakat.
“Harapan kita, zakat tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi jalan untuk memperkuat kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup mereka ke depan,” katanya.
Selain untuk pemberdayaan ekonomi, pemanfaatan zakat juga diarahkan pada sektor pendidikan dan kesehatan. Salah satu program yang disebut Khofifah adalah penyaluran bantuan 1.000 kacamata gratis bagi guru PAUD, TK/RA, dan TPQ dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Khofifah menilai bantuan tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi penerima, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Guru pada jenjang pendidikan usia dini dan pendidikan keagamaan, menurut dia, berperan penting dalam membangun fondasi pendidikan dan karakter generasi penerus.
“Menurut saya, program pemberian bantuan secara langsung kepada masyarakat ini sangat komprehensif. Pendekatannya betul-betul human development index approach,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi BAZNAS dengan berbagai elemen strategis untuk memperluas jangkauan program pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan layanan kesehatan.
“Kolaborasi BAZNAS dengan berbagai elemen strategis mampu menjangkau kebutuhan masyarakat melalui dukungan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan layanan kesehatan. Ini yang harus kita optimalkan,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemprov Jatim bersama BAZNAS Jatim juga berupaya mempermudah akses masyarakat terhadap layanan zakat melalui peluncuran aplikasi HaloBAZ Jatim.
Khofifah menilai penguatan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk berbagi. Menurut dia, pengelolaan yang optimal dapat membantu upaya pengentasan kemiskinan sekaligus memperluas pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Zakat bukan sekadar kewajiban keagamaan. Zakat memiliki kekuatan besar untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus terus kita perkuat agar manfaatnya semakin luas, tepat sasaran, dan mampu mendorong kemandirian para penerima manfaat,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar