Khofifah Resmikan Empat Infrastruktur, Pulihkan Akses Warga Pacitan

Jumat, 23 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran pejabat menunjukkan prasasti peresmian sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Pacitan. (Dok  Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran pejabat menunjukkan prasasti peresmian sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Pacitan. (Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PACITAN, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan empat infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Pacitan, Rabu (21/10/2026). Pembangunan tersebut mencakup perbaikan jalan gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman, pelebaran jalan Arjosari–Purwantoro, pembangunan kembali Jembatan Kaligoro II, serta pembangunan talud pengaman jalan Karanggede–Jatimalang.

Peresmian yang turut dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat konektivitas wilayah sekaligus memulihkan akses masyarakat yang terdampak bencana alam.

Khofifah berharap infrastruktur yang telah diselesaikan dapat memperlancar mobilitas warga, meningkatkan keselamatan perjalanan, serta mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, dan distribusi hasil pertanian maupun kebutuhan pokok.

“Jalan yang semakin baik pasti nantinya memudahkan mobilitas masyarakat dan memperlancar aktivitas ekonomi warga. Mudah-mudahan yang kita resmikan ada empat infrastruktur hari ini, semua manfaat barakah,” ujar Khofifah.

Salah satu proyek yang diresmikan adalah perbaikan jalan di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo. Ruas sepanjang 2,25 kilometer tersebut merupakan bagian dari jalur gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Sebelum diperbaiki, jalan itu memiliki lebar sekitar dua meter dengan permukaan berbatu dan sejumlah bagian mengalami kerusakan. Setelah penanganan, lebar jalan menjadi sekitar 2,5 hingga 3 meter untuk memberikan akses yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan dengan nilai kontrak Rp2,855 miliar. Perbaikan ini diharapkan memudahkan warga menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk menuju pasar dan sekolah, terutama ketika hujan.

Manfaatnya dirasakan langsung oleh warga Desa Kasihan, Nurani. Ia menyampaikan apresiasi atas perbaikan jalan yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat setempat.

“Terima kasih sudah membangun jalan ini sebagus mungkin. Dulu kalau hujan ndak bisa lewat, kondisinya rusak parah dan sekarang jalannya mulus. Alhamdulillah warga sekarang bisa dengan mudah pergi ke pasar, ke sekolah lancar dan aman,” ungkap Nurani.

Selain jalur gerilya Jenderal Sudirman, Pemprov Jatim meresmikan pelebaran jalan ruas Arjosari–Purwantoro hingga batas Provinsi Jawa Tengah di Kecamatan Nawangan.

Pekerjaan dengan nilai kontrak Rp13 miliar tersebut dilaksanakan mulai 25 Maret hingga 2 Oktober 2026.

Pelebaran jalan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas ruas dan memperlancar pergerakan masyarakat antardaerah. Konektivitas yang lebih baik juga diharapkan mendukung distribusi barang serta membuka peluang bagi aktivitas ekonomi di wilayah yang terhubung dengan jalur tersebut.

Dua proyek lainnya merupakan penanganan darurat infrastruktur yang terdampak bencana alam, yakni pembangunan kembali Jembatan Kaligoro II di Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro, serta talud pengaman jalan Karanggede–Jatimalang di Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari.

Jembatan Kaligoro II sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir. Untuk memulihkan akses masyarakat, jembatan tersebut dibangun kembali menggunakan konstruksi Bailey dengan panjang 30 meter dan lebar 3,1 meter. Penanganan ini menelan anggaran Rp4,47 miliar.

Sementara itu, talud pengaman jalan Karanggede–Jatimalang dibangun menggunakan konstruksi bronjong untuk menangani kerusakan lereng akibat longsor. Pekerjaan senilai Rp1,51 miliar tersebut diharapkan membantu menjaga kestabilan lereng dan melindungi badan jalan dari risiko kerusakan lebih lanjut.

Pendanaan kedua pekerjaan darurat tersebut bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026.

Khofifah menegaskan, pemulihan infrastruktur pascabencana menjadi perhatian penting karena berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas warga.

“Ada juga penyelesaian penanganan darurat akibat bencana alam yang ditangani menggunakan anggaran BTT tahun 2026. Karena akses ini cukup vital bagi warga setempat, maka kami upayakan secepatnya untuk dilakukan perbaikan,” tuturnya.

Keempat pekerjaan tersebut ditangani melalui program Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan Tahun Anggaran 2026. Adapun dua pekerjaan darurat dibiayai melalui anggaran BTT provinsi.

Khofifah berharap masyarakat dan pemerintah daerah turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Menurutnya, pemeliharaan berkala dan kewaspadaan terhadap potensi bencana diperlukan agar fasilitas publik dapat digunakan secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah, dengan selesainya jembatan Bailey dan dinding penahan jalan ini, masyarakat kini bisa kembali beraktivitas dengan aman dan tenang. Saya berpesan agar infrastruktur ini dirawat bersama dan masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana alam,” ungkapnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hari Jadi Bangkalan ke-495, Bupati Pimpin Ziarah Leluhur
Hari Santri Nasional 2026, Bupati Bangkalan Minta Santri Kuasai Teknologi dan Jaga Akhlak
2.077 Sertifikat PTSL Desa Ngerong Pasuruan Tuntas Diproses
Hari Santri 2026, Ini Tiga Pesan Khofifah untuk Santri Jatim
Hari Santri 2026, Khofifah Tinjau Khitanan Massal dan Cek Kesehatan Gratis di Pacitan
66 Ribu Santri Jadi Kekuatan Lamongan Menuju Indonesia Emas
HUT ke-27 Pelalawan, Syafrizal Gaungkan ‘Mo La Awak’ untuk Perkuat Kolaborasi
67 Bangunan Liar Dibongkar, Frontage Road Sidoarjo Ditata Ulang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:32

Khofifah Resmikan Empat Infrastruktur, Pulihkan Akses Warga Pacitan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:02

Hari Jadi Bangkalan ke-495, Bupati Pimpin Ziarah Leluhur

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:55

Hari Santri Nasional 2026, Bupati Bangkalan Minta Santri Kuasai Teknologi dan Jaga Akhlak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:26

2.077 Sertifikat PTSL Desa Ngerong Pasuruan Tuntas Diproses

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:11

Hari Santri 2026, Ini Tiga Pesan Khofifah untuk Santri Jatim

Berita Terbaru