Hari Santri 2026, Khofifah Tinjau Khitanan Massal dan Cek Kesehatan Gratis di Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau kegiatan khitanan massal dan cek kesehatan gratis di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis (22/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau kegiatan khitanan massal dan cek kesehatan gratis di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis (22/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

PACITAN, RadarBangsa.co.id — Sebanyak 100 anak menjadi sasaran khitanan massal yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang dirangkai dengan cek kesehatan gratis untuk 200 orang itu mengawali peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung pelaksanaan bakti sosial kesehatan yang dikoordinasikan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tersebut sebelum mengikuti upacara peringatan Hari Santri.

Khitanan massal melibatkan 15 tim tenaga kesehatan dari tujuh RS UOBK milik Pemprov Jatim. Sementara itu, layanan cek kesehatan gratis menyasar 200 orang dengan dukungan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Kabupaten Pacitan, serta RS Pura Raharja Surabaya.

Khofifah mengatakan, peringatan Hari Santri perlu menjadi momentum untuk memperkuat kualitas generasi muda, tidak hanya dari sisi spiritual dan intelektual, tetapi juga kesehatan fisik.

“Semangat Hari Santri tahun ini, ‘Santri Sehat, Indonesia Kuat’, mengingatkan kita bahwa kesehatan merupakan salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa,” tegasnya.

Menurut Khofifah, anak-anak yang sehat memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi secara optimal. Karena itu, pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta cek kesehatan gratis memperoleh sejumlah layanan, mulai dari skrining kesehatan, pengukuran indeks massa tubuh dan lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah serta gula darah, hingga pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dan konsultasi dokter.

Khofifah mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk memeriksakan kondisi tubuh. Pemeriksaan sejak dini, menurutnya, dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan dan mengambil langkah pencegahan sesuai kebutuhan.

“Pemeriksaan kesehatan jangan hanya dilakukan ketika kita sakit. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, kita bisa mengambil langkah pencegahan dan penanganan sesuai kebutuhan. Inilah pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak dini,” jelasnya.

Selain pelayanan kesehatan, peserta khitanan massal juga menerima bantuan berupa paket sembako, perlengkapan sekolah, kipas angin, tas ransel, serta uang saku atau santunan. Panitia juga menyediakan konsumsi dan makanan ringan bagi peserta.

Khofifah berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga sekaligus mendukung semangat belajar anak-anak.

Bakti sosial kesehatan di Pacitan juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”.

Khofifah menegaskan, pembangunan daerah tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kemudahan akses terhadap pelayanan dasar juga menjadi bagian penting dari pembangunan berkelanjutan.

Karena itu, Pemprov Jatim mendorong kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, fasilitas kesehatan, dan berbagai unsur masyarakat untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama bagi kelompok yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Jatim berharap semangat Hari Santri Nasional 2026, “Santri Sehat, Indonesia Kuat”, dapat diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

66 Ribu Santri Jadi Kekuatan Lamongan Menuju Indonesia Emas
HUT ke-27 Pelalawan, Syafrizal Gaungkan ‘Mo La Awak’ untuk Perkuat Kolaborasi
67 Bangunan Liar Dibongkar, Frontage Road Sidoarjo Ditata Ulang
Apel Akbar HSN 2026 di Lamongan Diikuti 500 Peserta, Kapolsek Tikung : Berlangsung Kondusif
YPP Al Munawwaroh Lamongan Peringati Hari Santri dengan Ziarah dan Khotmil Qur’an
Subandi Percepat Normalisasi Sungai Wonoayu, Antisipasi Banjir
Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Gandrung Sewu Tetap Bertekad Tampil
Dari Masjid untuk UMKM, Banyuwangi Dorong Ekonomi Umat Lewat Affiliate

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:55

Hari Santri 2026, Khofifah Tinjau Khitanan Massal dan Cek Kesehatan Gratis di Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:49

66 Ribu Santri Jadi Kekuatan Lamongan Menuju Indonesia Emas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:55

HUT ke-27 Pelalawan, Syafrizal Gaungkan ‘Mo La Awak’ untuk Perkuat Kolaborasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:54

Apel Akbar HSN 2026 di Lamongan Diikuti 500 Peserta, Kapolsek Tikung : Berlangsung Kondusif

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:40

YPP Al Munawwaroh Lamongan Peringati Hari Santri dengan Ziarah dan Khotmil Qur’an

Berita Terbaru