PACITAN, RadarBangsa.co.id — Sebanyak 100 anak menjadi sasaran khitanan massal yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang dirangkai dengan cek kesehatan gratis untuk 200 orang itu mengawali peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung pelaksanaan bakti sosial kesehatan yang dikoordinasikan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tersebut sebelum mengikuti upacara peringatan Hari Santri.
Khitanan massal melibatkan 15 tim tenaga kesehatan dari tujuh RS UOBK milik Pemprov Jatim. Sementara itu, layanan cek kesehatan gratis menyasar 200 orang dengan dukungan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Kabupaten Pacitan, serta RS Pura Raharja Surabaya.
Khofifah mengatakan, peringatan Hari Santri perlu menjadi momentum untuk memperkuat kualitas generasi muda, tidak hanya dari sisi spiritual dan intelektual, tetapi juga kesehatan fisik.
“Semangat Hari Santri tahun ini, ‘Santri Sehat, Indonesia Kuat’, mengingatkan kita bahwa kesehatan merupakan salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Menurut Khofifah, anak-anak yang sehat memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi secara optimal. Karena itu, pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta cek kesehatan gratis memperoleh sejumlah layanan, mulai dari skrining kesehatan, pengukuran indeks massa tubuh dan lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah serta gula darah, hingga pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dan konsultasi dokter.
Khofifah mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk memeriksakan kondisi tubuh. Pemeriksaan sejak dini, menurutnya, dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan dan mengambil langkah pencegahan sesuai kebutuhan.
“Pemeriksaan kesehatan jangan hanya dilakukan ketika kita sakit. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, kita bisa mengambil langkah pencegahan dan penanganan sesuai kebutuhan. Inilah pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak dini,” jelasnya.
Selain pelayanan kesehatan, peserta khitanan massal juga menerima bantuan berupa paket sembako, perlengkapan sekolah, kipas angin, tas ransel, serta uang saku atau santunan. Panitia juga menyediakan konsumsi dan makanan ringan bagi peserta.
Khofifah berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga sekaligus mendukung semangat belajar anak-anak.
Bakti sosial kesehatan di Pacitan juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”.
Khofifah menegaskan, pembangunan daerah tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kemudahan akses terhadap pelayanan dasar juga menjadi bagian penting dari pembangunan berkelanjutan.
Karena itu, Pemprov Jatim mendorong kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, fasilitas kesehatan, dan berbagai unsur masyarakat untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama bagi kelompok yang membutuhkan.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Jatim berharap semangat Hari Santri Nasional 2026, “Santri Sehat, Indonesia Kuat”, dapat diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar