SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat arah pembangunan ekonomi pesantren berbasis inovasi dengan meresmikan OPOP Training Center (OTC) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu (17/12). Peresmian ini menandai fase baru program Eko-Tren One Pesantren One Product (OPOP) yang kini diarahkan lebih adaptif terhadap teknologi, kecerdasan buatan, dan standar pasar modern.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut kehadiran OTC ITS sebagai langkah strategis untuk memastikan produk pesantren tidak hanya bertahan, tetapi mampu bersaing di pasar regional hingga nasional. Menurutnya, tantangan UMKM pesantren saat ini bukan lagi soal produksi, melainkan kualitas desain, kemasan, manajemen, serta akses pasar.
“Alhamdulillah, OPOP sudah direplikasi di beberapa provinsi. Namun tentu kita harus terus meningkatkan kualitas melalui sinergi. Hari ini mendapat penguatan besar dari ITS, yang memiliki keunggulan teknologi dan inovasi,” kata Khofifah dalam sambutannya.
OTC ITS dirancang sebagai pusat pendampingan terpadu bagi pelaku usaha pesantren. Pendampingan tersebut mencakup desain produk, pemanfaatan artificial intelligence untuk efisiensi usaha, sertifikasi halal, penguatan branding, hingga pengelolaan manajemen dan pemasaran berbasis digital.
“OPOP Training Center ini akan membersamai pesantren secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Mulai desain produk, penggunaan AI, sertifikasi halal, sampai peningkatan manajemen usaha. Ini bentuk sinergi nyata lintas sektor,” ujar Khofifah.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas kemasan dan tampilan produk menjadi krusial agar produk pesantren tidak kalah bersaing dengan produk komersial lainnya. Dengan desain yang menarik dan standar mutu yang jelas, pasar yang bisa dijangkau akan jauh lebih luas.
“Banyak pelaku usaha ultra mikro dan UMKM yang bermimpi produknya tampil dengan kemasan indah dan profesional. Look yang menarik itu penting, karena menentukan daya saing di pasar,” tuturnya.
Lebih dari sekadar seremoni, Khofifah menilai OTC ITS sebagai ruang akselerasi yang memberi nilai tambah konkret. Melalui pemanfaatan teknologi dan AI, pelaku usaha pesantren diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, inovasi produk, sekaligus memperluas jejaring pemasaran.
“Ini bukan hanya peresmian gedung. Ada peluang besar bagi pengelola OPOP untuk memaksimalkan produk dan menembus pasar yang lebih luas, bahkan global,” katanya.
Rektor ITS Bambang Pramujati menjelaskan, lokasi OTC yang bersebelahan dengan Inkubator dan Layanan Bisnis Inovasi (ILBI) ITS dipilih untuk memudahkan kolaborasi. Selama ini, ILBI telah mendampingi berbagai startup dan usaha berbasis teknologi.
“Ekosistem inovasi di sini sudah terbentuk. Harapannya OPOP tidak berhenti sebagai program pemberdayaan, tetapi berkembang menjadi pusat inovasi ekonomi pesantren,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, OPOP selaras dengan visi ITS Advancing Humanity, di mana kampus berkomitmen memberi dampak langsung bagi masyarakat. ITS ingin memastikan produk pesantren diterima pasar karena kualitas, bukan semata alasan solidaritas.
“Kami berharap produk pesantren dibeli karena unggul, kemasannya menarik, dan manajemennya profesional,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menyerahkan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah yang dinilai berkontribusi aktif dalam pengembangan ekonomi pesantren, antara lain Bupati Mojokerto, Bupati Banyuwangi yang diwakili Wakil Bupati, serta Bupati Ngawi yang diwakili Wakil Bupati.
Penghargaan juga diberikan kepada Kantin Stovit Cafetaria Universitas Airlangga Kampus A sebagai Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat. Selain itu, Khofifah menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris marbot Musholla Maryam Keputih Sukolilo sebesar Rp42 juta, serta santunan dan beasiswa senilai Rp151 juta kepada ahli waris mekanik PT Kharisma Duta Utama untuk putrinya yang berkuliah di ITS.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur dengan DRPM ITS tentang pengembangan dan pemberdayaan koperasi serta UMKM di Jawa Timur, sebagai fondasi jangka panjang penguatan ekonomi pesantren berbasis inovasi.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








