Khofifah Resmikan OPOP Training Center ITS, Produk Pesantren di Jatim Didorong Naik Kelas

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran meresmikan OPOP Training Center ITS Surabaya untuk memperkuat ekonomi pesantren berbasis inovasi dan teknologi. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran meresmikan OPOP Training Center ITS Surabaya untuk memperkuat ekonomi pesantren berbasis inovasi dan teknologi. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat arah pembangunan ekonomi pesantren berbasis inovasi dengan meresmikan OPOP Training Center (OTC) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu (17/12). Peresmian ini menandai fase baru program Eko-Tren One Pesantren One Product (OPOP) yang kini diarahkan lebih adaptif terhadap teknologi, kecerdasan buatan, dan standar pasar modern.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut kehadiran OTC ITS sebagai langkah strategis untuk memastikan produk pesantren tidak hanya bertahan, tetapi mampu bersaing di pasar regional hingga nasional. Menurutnya, tantangan UMKM pesantren saat ini bukan lagi soal produksi, melainkan kualitas desain, kemasan, manajemen, serta akses pasar.

“Alhamdulillah, OPOP sudah direplikasi di beberapa provinsi. Namun tentu kita harus terus meningkatkan kualitas melalui sinergi. Hari ini mendapat penguatan besar dari ITS, yang memiliki keunggulan teknologi dan inovasi,” kata Khofifah dalam sambutannya.

OTC ITS dirancang sebagai pusat pendampingan terpadu bagi pelaku usaha pesantren. Pendampingan tersebut mencakup desain produk, pemanfaatan artificial intelligence untuk efisiensi usaha, sertifikasi halal, penguatan branding, hingga pengelolaan manajemen dan pemasaran berbasis digital.

“OPOP Training Center ini akan membersamai pesantren secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Mulai desain produk, penggunaan AI, sertifikasi halal, sampai peningkatan manajemen usaha. Ini bentuk sinergi nyata lintas sektor,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan, peningkatan kualitas kemasan dan tampilan produk menjadi krusial agar produk pesantren tidak kalah bersaing dengan produk komersial lainnya. Dengan desain yang menarik dan standar mutu yang jelas, pasar yang bisa dijangkau akan jauh lebih luas.

“Banyak pelaku usaha ultra mikro dan UMKM yang bermimpi produknya tampil dengan kemasan indah dan profesional. Look yang menarik itu penting, karena menentukan daya saing di pasar,” tuturnya.

Lebih dari sekadar seremoni, Khofifah menilai OTC ITS sebagai ruang akselerasi yang memberi nilai tambah konkret. Melalui pemanfaatan teknologi dan AI, pelaku usaha pesantren diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, inovasi produk, sekaligus memperluas jejaring pemasaran.

“Ini bukan hanya peresmian gedung. Ada peluang besar bagi pengelola OPOP untuk memaksimalkan produk dan menembus pasar yang lebih luas, bahkan global,” katanya.

Rektor ITS Bambang Pramujati menjelaskan, lokasi OTC yang bersebelahan dengan Inkubator dan Layanan Bisnis Inovasi (ILBI) ITS dipilih untuk memudahkan kolaborasi. Selama ini, ILBI telah mendampingi berbagai startup dan usaha berbasis teknologi.

“Ekosistem inovasi di sini sudah terbentuk. Harapannya OPOP tidak berhenti sebagai program pemberdayaan, tetapi berkembang menjadi pusat inovasi ekonomi pesantren,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, OPOP selaras dengan visi ITS Advancing Humanity, di mana kampus berkomitmen memberi dampak langsung bagi masyarakat. ITS ingin memastikan produk pesantren diterima pasar karena kualitas, bukan semata alasan solidaritas.

“Kami berharap produk pesantren dibeli karena unggul, kemasannya menarik, dan manajemennya profesional,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menyerahkan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah yang dinilai berkontribusi aktif dalam pengembangan ekonomi pesantren, antara lain Bupati Mojokerto, Bupati Banyuwangi yang diwakili Wakil Bupati, serta Bupati Ngawi yang diwakili Wakil Bupati.

Penghargaan juga diberikan kepada Kantin Stovit Cafetaria Universitas Airlangga Kampus A sebagai Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat. Selain itu, Khofifah menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris marbot Musholla Maryam Keputih Sukolilo sebesar Rp42 juta, serta santunan dan beasiswa senilai Rp151 juta kepada ahli waris mekanik PT Kharisma Duta Utama untuk putrinya yang berkuliah di ITS.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur dengan DRPM ITS tentang pengembangan dan pemberdayaan koperasi serta UMKM di Jawa Timur, sebagai fondasi jangka panjang penguatan ekonomi pesantren berbasis inovasi.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Tegaskan Revitalisasi Sekolah Harus Berdampak Nyata bagi Siswa dan Guru
Guru Madrasah Keluhkan Kesenjangan, Senator DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Angkat Isu ke Pusat
Gubernur Khofifah Resmikan Fasilitas SMAN Taruna Madani dan Revitalisasi 22 SMA/SMK/SLB di Pasuruan–Probolinggo
Konflik Dualisme Yayasan SMP Bhakti dan SMK Turen, Bupati Malang Siapkan Opsi Relokasi Siswa
Tiga Ruang Kelas SDN 4 Sukowilangun Ambruk, Bupati Malang Perintahkan Perbaikan Darurat
Khofifah: Sekolah Rakyat Cara Nyata Putus Mata Rantai Kemiskinan di Jawa Timur
Gubernur Khofifah Resmikan Fasilitas Baru SMAN Taruna Madani dan Revitalisasi Sekolah di Pasuruan-Probolinggo
Studi Tiru hingga Revitalisasi Sekolah, Lembaga Pendidikan Khadijah Serap Arahan Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 11:40 WIB

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Tegaskan Revitalisasi Sekolah Harus Berdampak Nyata bagi Siswa dan Guru

Senin, 19 Januari 2026 - 11:30 WIB

Guru Madrasah Keluhkan Kesenjangan, Senator DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Angkat Isu ke Pusat

Minggu, 18 Januari 2026 - 09:40 WIB

Gubernur Khofifah Resmikan Fasilitas SMAN Taruna Madani dan Revitalisasi 22 SMA/SMK/SLB di Pasuruan–Probolinggo

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:17 WIB

Konflik Dualisme Yayasan SMP Bhakti dan SMK Turen, Bupati Malang Siapkan Opsi Relokasi Siswa

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:40 WIB

Tiga Ruang Kelas SDN 4 Sukowilangun Ambruk, Bupati Malang Perintahkan Perbaikan Darurat

Berita Terbaru

Kondisi jalan lingkungan Kampung Baru, Desa Sirnoboyo, Pacitan, tergenang air saat hujan karena belum dilengkapi saluran drainase. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Politik - Pemerintahan

Drainase Tak Kunjung Dibangun, Jalan Lingkungan Kampung Baru Pacitan Jadi Sorotan

Senin, 19 Jan 2026 - 21:35 WIB