MAGETAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sembilan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Kabupaten Magetan. Bantuan tersebut diserahkan di Lapangan Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, Selasa (6/10), sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Sembilan unit alsintan yang disalurkan terdiri atas tiga unit alsintan prapanen dan enam unit alsintan pascapanen. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemprov Jatim terhadap mekanisasi pertanian untuk membantu petani bekerja lebih efektif, efisien, dan tepat waktu.
Khofifah menilai modernisasi pertanian penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Menurutnya, peningkatan produktivitas perlu berjalan seiring dengan efisiensi waktu dan biaya usaha tani.
“Dengan meningkatkan alat mesin pertanian (alsintan) bisa meningkatkan produktivitas, efisiensi, efektivitas. Kalau efisien, efektif dan produktif, insyaallah income petani akan meningkat,” ujar Khofifah.
Untuk alsintan prapanen, Poktan Margo Utomo di Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, menerima hand tractor singkal. Poktan Sarakan di Desa Mategal, Kecamatan Parang, dan Poktan Mapan di Desa Ngentep, Kecamatan Kawedanan, masing-masing menerima cultivator.
Pada kegiatan pascapanen, Poktan Kerang dan Poktan Waduk 2 di Desa Kerang, Kecamatan Takeran, masing-masing menerima power thresher multiguna mobile.
Selanjutnya, Gapoktan Sumber Rejeki dan Poktan Rukun Makmur I di Desa Kinandang, Kecamatan Bendo, masing-masing menerima combine harvester besar. Sedangkan Poktan Sri Agung di Desa Belegondo, Kecamatan Ngariboyo, dan Poktan Sridadi di Desa Sundul, Kecamatan Parang, masing-masing menerima corn sheller mobile.
Khofifah mengingatkan agar bantuan alsintan tidak berhenti sebagai aset kelompok tani. Peralatan tersebut harus digunakan secara optimal agar manfaat mekanisasi pertanian dapat dirasakan secara luas oleh petani.
“Alat ini harus benar-benar bekerja di lahan. Jangan hanya menjadi aset kelompok, tetapi harus menjadi sarana yang bisa dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada petani,” tegasnya.
Dengan pemanfaatan alsintan secara optimal, pekerjaan pengolahan lahan hingga kegiatan panen dan pascapanen diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan tepat waktu. Kondisi tersebut juga diharapkan membantu menekan biaya usaha tani serta mengurangi potensi kehilangan hasil.
Sepanjang 2026, Pemprov Jawa Timur telah memfasilitasi 341 unit alsintan, yang terdiri atas 231 unit alsintan prapanen dan 110 unit alsintan pascapanen.
Khofifah mengatakan penguatan mekanisasi perlu diikuti peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan kelompok tani, pendampingan penyuluh, serta akses pasar. Dengan pendekatan tersebut, peningkatan produksi pangan diharapkan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani.
“Pangan harus tersedia, produksi harus meningkat, tetapi kita juga harus memastikan petani yang memproduksi pangan itu mendapatkan manfaat ekonomi yang semakin baik,” tegasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar