Lamongan Dibidik Terbitkan 20.000 Sertifikat Tanah pada 2026

Selasa, 13 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membuka Sosialisasi PTSL 2026 di Ruang Airlangga Pemkab Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membuka Sosialisasi PTSL 2026 di Ruang Airlangga Pemkab Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Pemerintah pusat menargetkan Kabupaten Lamongan menerbitkan 20.000 Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada 2026. Target ini menjadi bagian dari upaya memperluas kepastian hukum kepemilikan tanah sekaligus menekan potensi sengketa agraria di daerah.

Target tersebut disampaikan dalam Sosialisasi PTSL yang digelar Kantor Pertanahan (Kantah) Lamongan dan dibuka langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Ruang Airlangga, Pemkab Lamongan, Selasa (13/1).

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan pentingnya keterlibatan aktif camat, kepala desa, dan lurah dalam menyukseskan program nasional tersebut. Menurutnya, sertifikat tanah bukan sekadar dokumen administratif, tetapi instrumen perlindungan hukum bagi masyarakat.

“Tujuan utama PTSL adalah memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa sertifikat tanah sangat penting, baik secara yuridis maupun sosial. Sertifikat harus dijaga dengan baik agar memberikan rasa aman dan mencegah sengketa lahan,” ujar Yuhronur Efendi, Bupati Lamongan, saat memberikan arahan.

Ia menambahkan, sosialisasi menjadi kunci agar masyarakat memahami proses, manfaat, serta kewajiban dalam pendaftaran tanah yang akan berjalan pada 2026.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lamongan, Agung Basuki, menjelaskan bahwa pada 2026 Kantah Lamongan tidak hanya menargetkan penerbitan 20.000 SHAT, tetapi juga pengukuran Peta Bidang Tanah (PBT) seluas 3.310 hektare.

“Untuk 2026, target PTSL di Lamongan adalah 20.000 sertifikat. Sementara pengukuran PBT mencapai 3.310 hektare. Sistem pelaksanaannya berbeda, karena SHAT dan PBT ditangani terpisah, dengan pembiayaan PBT didukung oleh World Bank,” kata Agung Basuki, Kepala Kantah Lamongan.

Ia juga melaporkan capaian 2025, di antaranya penyelesaian sertifikasi barang milik negara sebanyak empat bidang, sertifikasi aset Pemkab Lamongan, serta tanah wakaf.

Dengan target besar tersebut, Pemkab Lamongan dan Kantah setempat diharapkan memperkuat koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan PTSL 2026 berjalan tertib, transparan, dan berdampak langsung pada perlindungan hak tanah masyarakat.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan
Layanan Publik Jember Diperluas, Warga Bisa Urus Adminduk di Kecamatan
Khofifah Raih Leadership Award Amerta Nutrition 2026, Penanganan Stunting Jadi Sorotan
Sidak Proyek RSUD Notopuro, Wakil Bupati Sidoarjo Tekankan Transparansi Material
Polres Kendal Mutasi 14 Pejabat, Ini Daftar Pergantiannya
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:22

Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42

HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:33

Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:18

Layanan Publik Jember Diperluas, Warga Bisa Urus Adminduk di Kecamatan

Berita Terbaru