Lamongan Lampaui Target Tanam Padi 2025, Perkuat Swasembada Pangan Nasional

Jumat, 9 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Kabupaten Lamongan kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pilar ketahanan pangan nasional. Pada musim tanam 2025, daerah ini berhasil melampaui target luas tambah tanam (LTT) padi yang ditetapkan Kementerian Pertanian, sekaligus memperkuat posisi Lamongan sebagai produsen padi terbesar di Jawa Timur.

Berdasarkan data Kementan, Lamongan mendapat target LTT padi seluas 192.373 hektare. Realisasinya mencapai 193.786 hektare atau setara 100,73 persen. Capaian tersebut disyukuri Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Tasyakuran Pencapaian LTT Padi yang digelar di Aula Gajah Mada Pemkab Lamongan, Jumat (9/1).

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyebut keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja kolektif petani, petugas penyuluh lapangan (PPL), serta konsistensi kebijakan daerah dalam menjaga lahan pertanian. “Hari ini kita bersyukur atas capaian luas tambah tanam yang luar biasa. Ini menunjukkan Lamongan konsisten menjadi penyangga pangan. Meski tidak dianugerahi lahan paling subur, kita mampu mengelola lahan secara optimal,” ujar Yuhronur.

Ia juga menyoroti momentum pengangkatan PPL sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Pertanian RI mulai awal 2025. Menurutnya, hal itu akan memperkuat pendampingan petani dan kesinambungan produksi. “Terima kasih kepada para PPL. Mari kita jaga skala produksi dan kontinuitas tanam agar Lamongan tetap menjadi lumbung padi Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan Mugito melaporkan, Lamongan melampaui target pusat sebesar 1.413 hektare. Luas panen tercatat mencapai 180.777 hektare dengan indeks pertanaman meningkat menjadi 2,02. “Kenaikan IP menunjukkan intensitas tanam semakin baik dan berkelanjutan,” jelas Mugito.

Capaian ini dinilai relevan dengan agenda swasembada pangan nasional, terutama di tengah tantangan alih fungsi lahan dan perubahan iklim. Dengan menjaga lahan sawah berkelanjutan, Lamongan memperlihatkan bahwa produktivitas pertanian masih dapat ditingkatkan melalui tata kelola yang konsisten dan kolaboratif.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Berita Terbaru