LAN-RI Perkuat Ekosistem ASN Pembelajar Lewat Uji Kompetensi Analis Bangkom di Jawa Timur

Sabtu, 11 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN-RI) menegaskan kembali pentingnya peran Jabatan Fungsional Analis Pengembangan Kompetensi (Analis Bangkom) sebagai “arsitek birokrasi pembelajar” dalam menciptakan aparatur sipil negara (ASN) yang kritis, berintegritas, dan melayani dengan hati.

Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Uji Kompetensi Analis Pengembangan Kompetensi ASN Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 yang berlangsung di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur. Acara ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kapasitas ASN untuk menghadapi tantangan birokrasi modern yang menuntut kecepatan, kolaborasi lintas sektor, dan inovasi berkelanjutan.

Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN-RI, Dr. Agus Sudrajat, M.A., CGRE, menyebut Analis Bangkom sebagai tokoh kunci dalam membangun fondasi pembelajaran ASN di era transformasi digital.

“Analis Pengembangan Kompetensi bukan sekadar penyusun desain pelatihan, tetapi arsitek pembelajaran birokrasi. Dari tangan para analis inilah lahir ASN yang berpikir kritis, berintegritas, dan melayani dengan hati,” ujar Agus.

Menurutnya, reformasi birokrasi tidak hanya bergantung pada kebijakan struktural, tetapi juga pada kapasitas ASN dalam menjadi pembelajar sepanjang hayat.

“Birokrasi unggul adalah birokrasi yang terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan mampu menyesuaikan diri dengan dinamika global,” tambahnya.

Agus menilai penguatan jabatan fungsional seperti Analis Bangkom merupakan investasi strategis jangka panjang bagi keberlanjutan tata kelola pemerintahan. ASN masa depan, katanya, harus berperan bukan hanya sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga sebagai policy learner mereka yang mampu membaca tren sosial, teknologi, dan kebutuhan publik.

Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Dr. Ramliyanto, S.P., M.P., menyampaikan apresiasi atas dukungan LAN-RI dalam memperkuat kompetensi ASN daerah. Ia menekankan bahwa kegiatan uji kompetensi ini merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem pengembangan SDM aparatur yang berkelanjutan.

“Analis Bangkom memastikan setiap kebijakan pengembangan kompetensi berbasis pada bukti, kebutuhan organisasi, dan hasil kerja nyata. Dari analis yang kuat, lahir ASN yang unggul,” tegasnya.

Ramliyanto juga menegaskan bahwa Jawa Timur kini mengusung visi Gerbang Baru Nusantara, yang menuntut kehadiran ASN visioner dan adaptif untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

“Sinergi antara LAN dan BPSDM menjadi kunci memastikan pengembangan ASN berjalan sistemik dan berdampak nyata,” ujarnya.

LAN-RI mencatat dampak positif dari penguatan peran Analis Bangkom di Jawa Timur. Melalui penerapan Performance-Based Learning Needs Analysis (analisis kebutuhan pelatihan berbasis kinerja), tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik meningkat hingga 15 persen dalam satu tahun terakhir. Hasil ini menunjukkan bahwa kebijakan berbasis data mampu memberi efek langsung pada kualitas layanan publik.

Pada penutupan kegiatan, Kepala LAN-RI, Dr. Muhammad Taufiq, DEA, menegaskan kembali pentingnya keberadaan Analis Bangkom dalam memastikan efektivitas proses pembelajaran ASN.

“Mereka tidak hanya merancang program pelatihan, tetapi juga memonitor dan mengevaluasi hasil belajar agar benar-benar berdampak pada kinerja organisasi,” ungkap Taufiq.

Ia juga mengumumkan bahwa LAN-RI tengah menyusun Human Capital Development Plan (HCDP) sebagai kerangka nasional pengembangan kompetensi ASN. Rencana ini akan memastikan setiap instansi pemerintah memiliki arah pengembangan SDM yang terukur dan selaras dengan visi pembangunan nasional.

Selain itu, LAN-RI tengah menyiapkan Forum Musyawarah Pengembangan Kompetensi Nasional, wadah kolaborasi antarinstansi untuk menyinergikan inovasi kebijakan pembelajaran ASN secara nasional.

Menutup kegiatan, Taufiq menekankan pentingnya kolaborasi antara Analis Bangkom dan Widyaiswara.

“Analis Bangkom menentukan arah strategis pembelajaran, sementara Widyaiswara memastikan proses belajar di lapangan berjalan efektif. Sinergi keduanya akan melahirkan ASN yang belajar sepanjang hayat,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru