MAKKAH, RadarBangsa.co.id – Gelombang kedatangan jemaah haji asal Indonesia di Tanah Suci, Makkah, terus berlangsung. Ribuan jemaah dari berbagai embarkasi tiba setiap harinya untuk menunaikan rukun Islam kelima. Di tengah kepadatan aktivitas ibadah, akses transportasi yang memadai menjadi faktor krusial, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menghadirkan layanan Bus Shalawat yang beroperasi 24 jam penuh. Bus ini menghubungkan hotel tempat jemaah menginap dengan area Masjidil Haram. Kehadiran layanan ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk Anggota DPD RI, Lia Istifhama.
“Layanan Bus Shalawat ini sangat membantu mobilitas jemaah, khususnya lansia dan disabilitas. Bus low deck yang digunakan memudahkan mereka saat naik maupun turun. Ini adalah bentuk pelayanan luar biasa dari pemerintah Indonesia,” ujar Lia saat ditemui di Makkah, Senin (12/5/2025).
Bus Shalawat dirancang secara khusus agar ramah bagi pengguna berkebutuhan khusus. Armada bus dilengkapi dengan fasilitas kursi roda, akses landai (low deck), serta teknologi GPS dan CCTV yang terintegrasi dengan sistem pemantauan petugas haji. Dengan fasilitas ini, kenyamanan dan keamanan jemaah lebih terjamin selama perjalanan menuju Masjidil Haram.
Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag RI, Muchlis M. Hanafi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan 32 unit Bus Shalawat yang siap melayani jemaah selama musim haji berlangsung. Ia menekankan pentingnya inklusivitas dalam pelayanan ibadah haji.
“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik tanpa terkecuali. Bus Shalawat adalah salah satu upaya kami dalam menghadirkan transportasi yang inklusif bagi seluruh jemaah, khususnya lansia dan disabilitas,” kata Muchlis.
Layanan Bus Shalawat dibagi dalam tiga rute utama, yang masing-masing berakhir di terminal berbeda yang berdekatan dengan Masjidil Haram, yakni:
Rute Syisah dan Raudhah: Berakhir di Terminal Syib Amir
Rute Jarwal: Berakhir di Terminal Jabal Ka’bah
Rute Misfalah: Berakhir di Terminal Ajyad
Seluruh bus beroperasi secara gratis karena sudah termasuk dalam komponen Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Hal ini ditegaskan oleh Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Mujib Roni, yang mengingatkan agar jemaah tidak perlu memberikan imbalan kepada pengemudi atau petugas bus.
“Seluruh sopir bus telah dibayar oleh pemerintah. Kami mengimbau kepada jemaah agar tidak memberikan tips ataupun pungutan lainnya. Ini penting untuk menjaga kenyamanan bersama dan menghindari praktik pungli,” tegas Mujib.
Layanan Bus Shalawat merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memberikan fasilitas yang memudahkan jemaah untuk lebih fokus pada ibadah. Dengan akses transportasi yang mudah dan aman, jemaah diharapkan bisa menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan lebih khusyuk dan nyaman.
Pelayanan haji tahun ini juga menitikberatkan pada konsep “Haji Ramah Lansia”, mengingat mayoritas jemaah Indonesia berusia di atas 60 tahun. Inisiatif ini mencakup layanan kesehatan, akomodasi, hingga transportasi khusus seperti Bus Shalawat.
Pemerintah terus mengupayakan agar setiap jemaah mendapatkan pelayanan optimal selama di Tanah Suci, baik dalam aspek fisik, spiritual, maupun logistik.
Lainnya:
- Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung
- Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN
- Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








