Lemkari Jember Protes Pembatasan Atlet di Kejurkab Karate 2026 | RadarBangsa

Jumat, 6 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hengly Linelejan (kiri) dan Joni Setiawan (kanan), pengurus Lemkari Jember, menyampaikan protes atas pembatasan atlet di Kejurkab Karate Jember 2026, Jumat (6/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Hengly Linelejan (kiri) dan Joni Setiawan (kanan), pengurus Lemkari Jember, menyampaikan protes atas pembatasan atlet di Kejurkab Karate Jember 2026, Jumat (6/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pelaksanaan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Karate Jember 2026 menuai polemik. Pengurus Cabang Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) Jember melayangkan protes keras terhadap panitia dan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Jember karena membatasi atlet Lemkari hanya bertanding di kelas Festival, serta melarang turun di kelas prestasi (Open Class).

Kebijakan tersebut dinilai diskriminatif dan merugikan pembinaan atlet. Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Lemkari Jember, Sensei Joni Setiawan, menyebut pembatasan muncul mendadak menjelang pelaksanaan kejuaraan, meski pendaftaran awal atlet Lemkari sempat diterima panitia.

“Ini bentuk penjegalan prestasi. Atlet kami dilarang tampil di kelas Open tanpa dasar tertulis. Panitia hanya menyebut ada instruksi Forki Jatim, tetapi ketika diminta surat resminya, tidak bisa ditunjukkan,” kata Joni, Jumat (6/2/2026).

Menurut Joni, kebijakan Forki Jember bertentangan dengan aturan organisasi yang lebih tinggi. Ia merujuk Surat PB Forki Nomor 134 yang ditandatangani Ketua Umum PB Forki, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto. Surat tersebut menginstruksikan seluruh jajaran Forki daerah agar tidak mengorbankan kepentingan atlet akibat dinamika internal organisasi maupun perguruan.

“Surat PB Forki itu jelas melarang pembatasan atlet berprestasi. Forki Jember seharusnya menjadi pengayom pembinaan karate, bukan justru menghambat karier atlet,” ujarnya.

Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Lemkari Jember, Sensei Hengly Linelejan, menambahkan bahwa larangan tampil di kelas Open berdampak langsung pada aspek teknis dan psikologis atlet. Kelas Festival, kata dia, tidak memiliki bobot prestasi yang setara dengan kelas Open.

“Kelas Open menjadi jalur penting untuk poin prestasi, termasuk kebutuhan pendidikan dan jenjang atlet. Anak-anak sudah berlatih keras, tetapi hak mereka dibatasi. Ini memukul mental atlet dan menciptakan preseden buruk bagi pembinaan karate di Jember,” jelas Hengly.

Hingga kini, Lemkari Jember menilai upaya mediasi yang dilakukan Forki Jember belum transparan dan cenderung sepihak. Organisasi tersebut menyatakan tidak menutup kemungkinan menempuh langkah hukum jika pembatasan tetap diberlakukan.

“Kami menuntut keadilan. Jika hak atlet kami terus diabaikan, kami siap menempuh jalur hukum demi masa depan atlet dan marwah organisasi,” pungkas Joni.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 18:03

Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Berita Terbaru