BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memaparkan capaian pembangunan sepanjang 2025 dalam Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang disampaikan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kepada DPRD. Laporan tersebut mengungkap tren positif di sejumlah indikator utama, mulai dari ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat.
Penyampaian LKPJ dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi, Jumat (27/3/2026), sebagai bagian dari kewajiban kepala daerah di akhir tahun anggaran.
Dalam paparannya, Ipuk menjelaskan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi mengalami peningkatan signifikan. Pada 2025, IPM tercatat mencapai 75,17, naik dari 74,30 pada tahun sebelumnya. Capaian ini melampaui target pemerintah daerah.
Selain itu, angka kemiskinan menunjukkan tren penurunan. Persentase penduduk miskin turun dari 6,54 persen pada 2024 menjadi 6,13 persen di 2025. Penurunan ini diikuti dengan membaiknya rasio ketimpangan (Gini Ratio) dari 0,312 menjadi 0,290.
Di sektor ekonomi, Banyuwangi mencatat pertumbuhan sebesar 5,65 persen pada 2025. Angka ini meningkat 0,97 poin dari tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Capaian tersebut juga melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan nasional.
Sementara itu, sektor pariwisata terus menunjukkan geliat positif. Jumlah wisatawan nusantara meningkat dari 3,28 juta menjadi 3,50 juta orang. Kunjungan wisatawan mancanegara juga naik dari 122,90 ribu menjadi 166,99 ribu orang sepanjang 2025.
“Penyelenggaraan pemerintahan daerah Tahun Anggaran 2025 telah berakhir, kami berkewajiban menyampaikan LKPJ kepada DPRD melalui rapat paripurna,” ujar Ipuk.
Ia menambahkan, “IPM Banyuwangi meningkat dan telah melampaui target dengan capaian 100,40 persen. Ini menunjukkan kualitas pembangunan manusia terus membaik.”
Capaian tersebut memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah dengan kinerja pembangunan yang stabil di Jawa Timur. Peningkatan IPM dan penurunan kemiskinan menjadi indikator penting keberhasilan kebijakan pemerintah daerah.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi yang melampaui target menunjukkan daya tahan ekonomi lokal yang semakin kuat, didukung sektor pariwisata dan inovasi pelayanan publik.
Sepanjang 2025, Banyuwangi juga meraih sejumlah penghargaan nasional, termasuk predikat Kabupaten Berkinerja Tinggi dalam LPPD dan Kabupaten Terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025.
Ipuk menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. “Semua ini hasil sinergi pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat Banyuwangi,” pungkasnya.
Lainnya:
- Pelayanan Publik Dipertaruhkan, Personel Polsek Tikung Jalani Tes Kesehatan
- UMKM Banyuwangi Dapat HKI Murah, Produk Makin Aman
- Sumur Bor Kementan Bikin Panen Banyuwangi Meledak
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








