SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Jajaran Mabes Polri melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, di Surabaya. Pertemuan yang dipimpin Kombes Pol. Hendri H. Siregar, S.I.K., ini menegaskan penguatan komunikasi lintas kelembagaan antara kepolisian dan perwakilan daerah.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dan terbuka. Selain membangun keakraban, pertemuan membahas pentingnya kolaborasi institusional untuk menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga negara.
Lia Istifhama menyampaikan apresiasi atas langkah Mabes Polri yang dinilainya sebagai wujud pendekatan humanis. Menurutnya, komunikasi intensif antara aparat penegak hukum dan wakil daerah merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang responsif.
“Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa kepolisian hadir tidak hanya dalam fungsi keamanan, tetapi juga membangun relasi sosial yang harmonis. Ini fondasi memperkuat kebangsaan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden bertujuan memastikan profesionalisme dan independensi institusi. Dalam konteks itu, ia menilai komunikasi lintas lembaga perlu dijaga agar kebijakan keamanan tetap sejalan dengan kepentingan masyarakat luas.
Secara kronologis, pertemuan diawali dengan diskusi ringan mengenai dinamika sosial dan keamanan di daerah, kemudian berlanjut pada pertukaran pandangan terkait penguatan sinergi antara Polri dan DPD RI. Kedua pihak sepakat pentingnya membangun pola komunikasi berkelanjutan guna mendukung stabilitas nasional.
Pengamat kebijakan publik menilai pola silaturahmi kelembagaan seperti ini berkontribusi pada transparansi dan akuntabilitas. Di tengah tantangan sosial yang kompleks, kolaborasi lintas sektor dinilai mampu meminimalkan miskomunikasi serta meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
Lia berharap komunikasi serupa tidak berhenti pada pertemuan simbolik, melainkan berkembang menjadi kerja sama konkret dengan berbagai institusi. “Kebersamaan dan dialog terbuka adalah kunci membangun bangsa yang kuat dan dipercaya rakyat,” tutupnya.








