MBG Lamongan Digugat Massa, Dapur Terpusat Dituding Ancam Kantin Sekolah dan UMKM

Selasa, 7 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan Aliansi Alam Bersatu Jaya menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan saat aksi menuntut evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pelibatan kantin sekolah, Selasa (7/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Perwakilan Aliansi Alam Bersatu Jaya menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan saat aksi menuntut evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pelibatan kantin sekolah, Selasa (7/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Aliansi Alam Bersatu Jaya menggelar unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kabupaten Lamongan, Selasa (7/7/2026), untuk menuntut evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpusat. Aksi itu melibatkan elemen masyarakat, mahasiswa, wali murid, pelaku UMKM, dan pedagang kantin sekolah.

Massa aksi mengawali kegiatan dengan doa bersama dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara, Kabupaten Lamongan. Setelah itu, mereka bergerak ke Kantor Pemkab Lamongan untuk menyampaikan sejumlah tuntutan terkait tata kelola program yang dinilai perlu diperbaiki.

Presiden Aliansi Alam Bersatu Jaya, Miftah Zaeni, menilai skema dapur terpusat berpotensi mematikan usaha kantin sekolah, menyingkirkan UMKM, memunculkan monopoli, serta membuat distribusi makanan kurang efisien. Karena itu, aliansi meminta evaluasi menyeluruh terhadap SPPG dan mendorong kantin sekolah menjadi pelaksana utama penyediaan makanan bergizi.

Aliansi juga meminta agar orang tua dilibatkan melalui skema subsidi atau kupon, UMKM lokal diprioritaskan, serta data anggaran dan audit publik dibuka agar pengawasan bisa dilakukan masyarakat. “Uang rakyat wajib diawasi rakyat. MBG harus berpihak kepada rakyat kecil, bukan proyek elite,” ujar Miftah.

Ia menegaskan, aksi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap program pemerintah, melainkan dukungan agar pelaksanaan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuju Indonesia Emas 2045 berjalan lebih tepat sasaran. Menurutnya, perbaikan tata kelola menjadi kunci agar program tidak justru menimbulkan dampak sosial baru.

Koordinator lapangan, Suwito, menambahkan bahwa kantin sekolah perlu dilibatkan karena lebih memahami kebutuhan peserta didik dan dapat menggerakkan ekonomi di lingkungan sekolah. Setelah berorasi, perwakilan massa diterima pejabat pemerintah daerah untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Ketua Satuan Tugas MBG Lamongan, Moh. Nalikan, menyatakan seluruh masukan dari peserta aksi akan dibawa sebagai bahan evaluasi. “Kami juga sependapat dengan teman-teman Aliansi Alam Bersatu Jaya. Tata kelola ini memang perlu diperbaiki dan dievaluasi,” katanya.

Nalikan yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan menjelaskan, pengawasan terhadap operasional dapur MBG terus diperketat, termasuk pemenuhan syarat lingkungan seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Ia menambahkan, sejumlah dapur MBG di Lamongan sementara dihentikan operasinya karena belum memenuhi persyaratan. “Saat ini ada belasan SPPG di Lamongan yang untuk sementara disuspensi karena persyaratan pendiriannya semakin diperketat,” ujarnya.

Seluruh masukan terkait bahan baku, standar higienitas, kelayakan infrastruktur, hingga pelibatan kantin sekolah akan diteruskan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk evaluasi lanjutan. Usai diterima pemerintah daerah, massa membatalkan rencana menuju Gedung DPRD Lamongan dan kembali ke Sekretariat Aliansi Alam Bersatu Jaya di Jalan Raya Soewoko Nomor 50, Lamongan.

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Berita Terbaru