PAMEKASAN, RadarBangsa.co.id – Video susu diduga berulat dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Pamekasan viral di media sosial. Peristiwa itu memicu kekhawatiran orang tua murid karena menyangkut keamanan pangan bagi anak-anak sekolah.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena MBG merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan gizi siswa. Jika kualitas makanan dan minuman tidak terjaga, kepercayaan masyarakat terhadap layanan tersebut bisa terganggu.
Dalam video yang beredar, seorang pria memperlihatkan susu merek OT Tanggo dengan tanggal kedaluwarsa tercantum hingga 2027. Ia menyebut susu tersebut berulat dan meminta pengawas MBG segera turun tangan.
Sejumlah murid SD tampak berada di lokasi saat video direkam. Mereka terlihat kebingungan ketika produk yang seharusnya dikonsumsi justru disebut bermasalah. Hingga Rabu (16/4/2026), belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana MBG maupun instansi terkait.
Kepala Gudang Distributor susu OT Tanggo, Hendra, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan produk dalam video berasal dari distribusi resmi. Menurut dia, rekaman tersebut tidak menunjukkan proses pembukaan kemasan secara utuh.
“Susunya tidak jelas apakah benar produk kami atau bukan, karena tidak diperlihatkan proses membuka dan menuangnya,” ujar Hendra saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan stok susu di gudang telah kosong sejak awal April 2026. “Hampir sebulan stok kosong. Begitu barang datang langsung kami distribusikan,” katanya.
Terkait dugaan adanya ulat, Hendra menduga kemungkinan terjadi kebocoran pada kemasan. “Mungkin saja bocor dan mungkin dapur MBG tetap menyalurkan,” ucapnya.
Supervisor susu OT, Agnes, menyatakan temuan tersebut sudah dilaporkan ke manajemen. “Sudah saya sampaikan dan akan segera kami konfirmasi lebih lanjut,” katanya.
Kasus ini menambah tuntutan agar pengawasan distribusi makanan sekolah diperketat, mulai dari penyimpanan, pengiriman, hingga penyajian di sekolah. Jika tidak segera ditangani, keresahan orang tua bisa meluas dan berdampak pada partisipasi siswa dalam program MBG.
Bagi masyarakat, yang dibutuhkan bukan sekadar klarifikasi, tetapi jaminan bahwa makanan dan minuman yang diterima anak aman dikonsumsi setiap hari. Transparansi hasil pemeriksaan juga penting untuk memulihkan kepercayaan publik.
Seorang guru TK di Kertagena Daya berharap pengawasan MBG dilakukan maksimal. “Demi kesehatan anak-anak Pamekasan, pengawasan harus dijalankan dengan optimal,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.
Penulis : Debora
Editor : Zainul Arifin


















Komentar