JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengimbau perusahaan dan instansi pemerintah selaku mitra Program Pemagangan Nasional (Maganghub) 2026 untuk memfasilitasi peserta mengikuti uji kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Langkah ini dinilai krusial agar peserta tidak hanya mengantongi sertifikat magang, tetapi juga sertifikat kompetensi resmi yang diakui negara.
Imbauan tersebut disampaikan Yassierli saat melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Maganghub di Transmedia, Jakarta, Jumat (20/02/2026). Dalam kunjungan itu, ia menegaskan pentingnya penguatan aspek kompetensi sebagai bekal memasuki pasar kerja yang semakin kompetitif.
“Saya berharap peserta magang nasional tidak hanya membawa pengalaman, tapi juga bukti kompetensi. Minimal ada dua sertifikat, yakni sertifikat magang dari mitra dan sertifikat kompetensi dari BNSP,” ujar Yassierli.
Menurutnya, sertifikasi kompetensi merupakan pengakuan formal atas keterampilan yang diperoleh selama magang. Dengan sertifikat tersebut, lulusan Maganghub memiliki daya tawar lebih kuat saat melamar pekerjaan dan dapat bersaing sesuai bidang minatnya.
Di lokasi monev, tercatat sekitar 450 peserta mengikuti program magang yang difasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Menaker mengapresiasi antusiasme peserta yang dinilai tidak sekadar menjalani rutinitas, melainkan benar-benar terlibat dalam proses kerja nyata di industri media.
“Mereka belajar hal-hal baru yang mungkin belum ditemui di bangku kuliah. Harapannya, itu menjadi kompetensi nyata,” katanya.
Untuk menjaga kualitas program, Kemnaker menerapkan sistem pengawasan berlapis. Selain konsolidasi rutin dengan mentor di perusahaan mitra, peserta diwajibkan mengisi logbook melalui sistem monitoring digital. Data tersebut menjadi dasar evaluasi sekaligus verifikasi pencairan uang saku.
Yassierli menjelaskan, uang saku peserta Maganghub pada Februari 2026 telah disesuaikan dengan kebijakan kenaikan upah minimum kabupaten/kota/provinsi tahun berjalan. Kebijakan ini diharapkan memberi dukungan finansial yang layak sekaligus menjaga akuntabilitas program.
“Uang saku sudah mengacu pada kenaikan UM 2026. Manfaatkan untuk hal positif dan produktif,” pesannya.
Kunjungan ke sektor media ini menjadi yang pertama setelah sebelumnya monev dilakukan di sektor manufaktur, jasa, dan transportasi. Menaker menilai evaluasi lintas sektor penting untuk memetakan kebutuhan kompetensi industri yang terus berubah, terutama di tengah transformasi teknologi dan digitalisasi.
Ia menegaskan, perubahan pola kerja dan adopsi teknologi baru menuntut kesiapan sumber daya manusia sejak dini. Program Maganghub, lanjutnya, harus mampu menjembatani dunia pendidikan dan kebutuhan riil industri.
“Kita tidak boleh tertinggal. Dunia kerja berubah cepat, dan kita harus mempersiapkan peserta agar adaptif,” pungkas Yassierli.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar