Menaker Yassierli Minta Anggota Serikat Pekerja Wajib Punya 1 Sertifikat, Ini Dampaknya bagi Produktivitas Nasional

Minggu, 15 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli Rakernas IV KSPSI di Jakarta, Jumat (13/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menaker Yassierli Rakernas IV KSPSI di Jakarta, Jumat (13/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta pengurus dan anggota Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) memiliki minimal satu sertifikat kompetensi. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat produktivitas, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta kualitas hubungan industrial di perusahaan.

Arahan tersebut disampaikan Yassierli dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia di Jakarta, Jumat (13/2/2026) malam.

“Rekan-rekan harus jadi champion di perusahaan. Punya minimal satu sertifikat keahlian—boleh memilih menjadi Ahli Produktivitas, Ahli K3, atau Ahli Hubungan Industrial,” kata Yassierli.

Menurutnya, penguatan serikat pekerja tidak cukup berhenti pada advokasi kesejahteraan. SP/SB perlu memiliki kompetensi terukur yang dapat diterapkan langsung untuk menyelesaikan persoalan di tempat kerja. Sertifikasi dinilai menjadi instrumen transformasi peran serikat agar turut mendorong kinerja perusahaan, membangun budaya kerja aman, dan menciptakan hubungan industrial yang sehat.

Yassierli menjelaskan, skema sertifikasi untuk Ahli Produktivitas dan Ahli K3 telah tersedia. Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan peluncuran skema Ahli Hubungan Industrial pada pertengahan 2026.

“Dengan sertifikat, teman-teman bisa menjadi narasumber, instruktur, konsultan, dan membantu perusahaan di Indonesia. Kontribusinya akan lebih nyata dan profesional,” ujarnya.

Dorongan ini dinilai relevan dengan tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja guna mempercepat transformasi produktivitas nasional sekaligus menjaga stabilitas hubungan kerja.

Ketua Umum KSPSI, Jumhur Hidayat, menyatakan organisasinya berkomitmen memperkuat soliditas internal dan merumuskan langkah strategis menghadapi dinamika regulasi ketenagakerjaan.

“Fokus Rakornas dan Rakernas adalah penguatan organisasi serta strategi menghadapi perubahan regulasi ketenagakerjaan,” kata Jumhur.

Kementerian Ketenagakerjaan menilai peningkatan kompetensi anggota SP/SB akan berdampak langsung bagi publik: tempat kerja lebih aman, sengketa hubungan kerja lebih tertib dan cepat diselesaikan, serta produktivitas meningkat. Pada akhirnya, dunia usaha menjadi lebih sehat dan peluang kerja semakin terbuka.

“Pemerintah membutuhkan dukungan SP/SB. Saya yakin KSPSI mampu menjadi mitra strategis Kemnaker ke depan,” pungkas Yassierli.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru