Menjaga Napas Bangsa, Senator Asal Jatim Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Penguatan Pengendalian TBC di Surabaya

- Redaksi

Minggu, 25 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI Lia Istifhama berdialog dengan manajemen RSUD Husada Prima Surabaya, Jumat (23/1).(Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Senator DPD RI Lia Istifhama berdialog dengan manajemen RSUD Husada Prima Surabaya, Jumat (23/1).(Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan pentingnya penguatan pengendalian tuberkulosis (TBC) dan penyakit menular lain sebagai prioritas kesehatan nasional. Penegasan itu disampaikan saat kunjungan kerja ke RSUD Husada Prima Surabaya, Jumat (23/1), dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Dalam kunjungan tersebut, senator yang akrab disapa Ning Lia disambut Direktur RSUD Husada Prima, dr. Eka Basuki Rachmad, serta jajaran manajemen dan tenaga kesehatan. Dialog berlangsung terbuka, membahas tantangan layanan, capaian program, hingga kebutuhan penguatan sistem pengendalian penyakit menular berbasis fasilitas kesehatan dan komunitas.

Lia Istifhama menekankan bahwa penyakit menular tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga membawa konsekuensi sosial dan ekonomi yang luas. Karena itu, upaya pengendalian tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor—pemerintah pusat, daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

“Pengendalian TBC dan penyakit menular lainnya memerlukan sinergi kebijakan dan kerja bersama. Rumah sakit, khususnya rumah sakit paru, memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan sekaligus pusat edukasi masyarakat,” ujar Lia Istifhama.

Ia mengingatkan, berdasarkan data nasional, pada 2023 Indonesia diperkirakan mencatat lebih dari satu juta kasus TBC baru, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia setelah India. Angka tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa deteksi dini, pengobatan berkelanjutan, serta pencegahan penularan harus terus diperkuat.

Kunjungan ini merupakan bagian dari reses Komite III DPD RI, yang membidangi urusan kesehatan, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan sosial. Melalui pengawasan langsung ke daerah, DPD RI berupaya memperoleh gambaran faktual terkait efektivitas program penanggulangan penyakit menular, kesiapan layanan kesehatan, serta dukungan pemerintah daerah dalam implementasi kebijakan.

“Masukan dari daerah sangat penting. Kebijakan kesehatan yang efektif harus berangkat dari kondisi nyata di lapangan, bukan semata pendekatan administratif,” kata Ning Lia.

Selain isu TBC dan penyakit menular, pengawasan juga diarahkan pada pengendalian konsumsi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) serta transformasi pendidikan kesehatan. Ketiga isu tersebut dipandang saling terkait dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Lia Istifhama menegaskan pentingnya menyerap aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah sebagai dasar penyempurnaan kebijakan, terutama dalam menghadapi kompleksitas faktor risiko penyakit menular dan tidak menular yang terus berkembang.

Ia berharap, melalui penguatan regulasi, peningkatan kualitas layanan kesehatan berbasis komunitas, serta edukasi yang masif dan berkelanjutan, beban TBC dan penyakit menular lainnya di Indonesia dapat ditekan secara signifikan.

“Kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Kebijakan kesehatan tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi harus memberi dampak nyata bagi rakyat,” pungkas Lia Istifhama

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dokter Umum RSUD HMR Mataram Dibekali Keahlian Ultrasound Darurat
Pelayanan RSUD HMR Mataram Kembali Dipuji, Pasien Cedera Berat Ditangani Sigap
RS Rujukan Kalbar Penuhi Standar KRIS Kemenkes
RSNU Pasuruan Diresmikan Khofifah, Perkuat Layanan Kesehatan Berbasis Sosial
Hari Gizi Nasional 2026, RSUD HMR Mataram Edukasi Gizi Seimbang ke Sekolah
RSNU Pasuruan Diresmikan, Khofifah Tekankan Manajerial Profesional dan Akuntabel
Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Tekankan Layanan Paru dan Pencegahan TBC di Surabaya
DPD RI Lia Istifhama Tinjau RSUD Husada Prima Surabaya, Dorong Penanganan TBC Lebih Efektif

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:38 WIB

Dokter Umum RSUD HMR Mataram Dibekali Keahlian Ultrasound Darurat

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:22 WIB

Pelayanan RSUD HMR Mataram Kembali Dipuji, Pasien Cedera Berat Ditangani Sigap

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:29 WIB

RS Rujukan Kalbar Penuhi Standar KRIS Kemenkes

Selasa, 27 Januari 2026 - 09:20 WIB

RSNU Pasuruan Diresmikan Khofifah, Perkuat Layanan Kesehatan Berbasis Sosial

Senin, 26 Januari 2026 - 20:54 WIB

Hari Gizi Nasional 2026, RSUD HMR Mataram Edukasi Gizi Seimbang ke Sekolah

Berita Terbaru