Monev Call Center 112 Ungkap Tantangan Layanan Darurat di Kota Blitar

- Redaksi

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskominfotik Kota Blitar menggelar monev layanan Call Center 112 untuk meningkatkan efektivitas penanganan kegawatdaruratan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Diskominfotik Kota Blitar menggelar monev layanan Call Center 112 untuk meningkatkan efektivitas penanganan kegawatdaruratan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

KOTA BLITAR, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) layanan Call Center 112 sebagai langkah memperkuat koordinasi lintas instansi sekaligus memastikan penanganan kegawatdaruratan berjalan semakin efektif. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Blitar, Priyo Suhartono, di Ruang ISC Diskominfotik Kota Blitar, Kamis (27/11/2025).

Kepala Diskominfotik Kota Blitar, Hakim Sisworo, menjelaskan bahwa Call Center 112 merupakan layanan prioritas yang diatur dalam Peraturan Wali Kota Nomor 16 Tahun 2020. Melalui regulasi tersebut, pemerintah daerah mendorong mekanisme respon cepat terhadap seluruh laporan kedaruratan, baik yang bersifat medis, bencana, maupun kejadian tidak terduga lainnya.

Menurut data Diskominfotik, sejak Januari 2025 hingga November, layanan 112 telah menerima 3.181 panggilan masyarakat serta 195 laporan tambahan dari media sosial. Laporan mencakup penanganan pohon tumbang, kebakaran, kecelakaan lalu lintas, permintaan ambulance jenazah, hingga evakuasi warga terdampak insiden tertentu.

“Call Center 112 Kota Blitar merupakan salah satu layanan publik yang dirancang untuk memastikan warga mendapat penanganan cepat dalam kondisi darurat. Karena itu, monev menjadi penting agar kami mengetahui kendala di lapangan dan memperbaiki proses yang belum optimal,” ujar Hakim.

Sementara itu, Sekda Kota Blitar, Priyo Suhartono, menegaskan bahwa evaluasi rutin diperlukan untuk melihat kesiapan sarana prasarana, kualitas SDM, dukungan anggaran, serta kecepatan layanan. Priyo menilai selama lima tahun beroperasi, layanan 112 telah menunjukkan kinerja sigap, responsif, dan terukur. Namun demikian, ia meminta seluruh mitra layanan tetap memperkuat koordinasi.

“Monev ini penting untuk mengetahui mana yang sudah baik dan mana yang perlu ditingkatkan. Semua unsur harus semakin solid, terutama dalam penanganan keadaan darurat yang membutuhkan ketepatan waktu,” kata Priyo.

Dalam kegiatan tersebut, Diskominfotik menghadirkan dua narasumber, yakni Indra Siswoyo selaku PIC Sistem Telekomunikasi Nasional Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana KOMDIGI, serta Dino Andalananto, Analis SDM Aparatur Ahli Pertama BPBD Provinsi Jawa Timur.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Jatim Ngacir Saat Ekonomi Global Gonjang-Ganjing, Khofifah Bongkar Mesin Uang Baru Penggerak Daerah
BNN Bongkar Ancaman Narkoba di Pasuruan, Anak SD hingga Lansia Kini Jadi Target Peredaran
72 Pemuda Pasuruan Dilantik Jadi Garda Anti Narkoba, Mas Rusdi: Jangan Cuma Seremoni
Mas Rusdi Soroti Akses Pendidikan Anak Miskin Saat Santunan Yatim di Pabrik Air Mineral Pasuruan
Antrean Haji Sidoarjo Tembus 29 Tahun, 1.133 Jamaah Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci
Bupati Musi Rawas Lepas 103 Calon Haji, Kesehatan dan Pelayanan Jamaah Jadi Sorotan
Anggota DPD RI Lia Istifhama Soroti Hambatan SLIK, Dorong Bank Mandiri Permudah Kredit UMKM Pemula
Kredit UMKM Masih Sulit Cair, Anggota DPD RI Lia Istifhama Sentil Sistem SLIK OJK yang Bikin Pedagang Menjerit

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:36 WIB

Jatim Ngacir Saat Ekonomi Global Gonjang-Ganjing, Khofifah Bongkar Mesin Uang Baru Penggerak Daerah

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:47 WIB

72 Pemuda Pasuruan Dilantik Jadi Garda Anti Narkoba, Mas Rusdi: Jangan Cuma Seremoni

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:41 WIB

Mas Rusdi Soroti Akses Pendidikan Anak Miskin Saat Santunan Yatim di Pabrik Air Mineral Pasuruan

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:12 WIB

Antrean Haji Sidoarjo Tembus 29 Tahun, 1.133 Jamaah Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:03 WIB

Bupati Musi Rawas Lepas 103 Calon Haji, Kesehatan dan Pelayanan Jamaah Jadi Sorotan

Berita Terbaru