Nafkahi Anak Istrinya, Cak Yanto Lumajang Jadi Tukang Pijat Tunanetra

Cak Yanto saat memijat pasiennya (Dok Foto Riyaman)

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – Cak Yanto (48) penyandang tunanetra dari Desa Tekung, Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang, Jawa timur, menjadi tulang punggung keluarga nya dengan menjadi tukang pijat urut.

Ada tiga orang yang dinafkahi cak Yanto, yaitu istri, anak dan cucunya. Ditengah keterbatasannya, Cak Yanto tetap berusaha menafkahi keluarga kecilnya itu.

Bacaan Lainnya

“Dalam sehari biasanya ada sekitar 1-2 orang yang menggunakan jasa saya. Kalau masalah bayaran, saya tidak pasang harga (seikhlasnya)”, ucap Yanto saat ditemui RadarBangsa.co.id ditempat prakteknya (di rumahnya), Selasa malam (19/7/2022).

Kata Yanto, kadang-kadang juga tidak ada pelanggan sama sekali, tapi tetap saya syukuri karena masih cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Yanto mengaku bisa menjadi tukang pijat karena dari keturunan. “Ya, nenek dan bapak saya Memeng tukang pijat. Jadi nurun ke saya mas,” akunya.

Kini para pengguna jasanya tidak hanya dari wilayah Kecamatan Tekung. Tak jarang pula pengguna jasanya berasal dari luar Kecamatan. Mereka bisa datang langsung ke tempat praktek cak Yanto. Sesekali ada juga yang menjemputnya untuk diajak langsung ke rumah pengguna jasa.

Usaha pijat tunanetra yang Cak Yanto jalankan sempat mengalami paceklik saat awal munculnya pandemi COVID-19. Hampir satu tahun lebih tidak ada satupun pelanggan yang datang untuk pijat di tempatnya. Cak Yanto sempat kebingungan lantaran hanya pekerjaan itu yang bisa dia lakukan. Beruntung, masih ada orang-orang baik yang membantunya dengan memberikan sumbangan sembako.

“Memang betul betul sepi, Virus Covid -19 benar-benar membuat saya bingung. Penghasilan tidak ada sama sekali, bahkan untuk beli tembakau dan cengkeh untuk merokok saja sulit,” kata Yanto, sambil mengelus dahinya.

Yanto berharap para pengguna jasanya bisa puas dan jodoh, serta semua urat yang lesu bisa kembali bersemangat lagi. “Ya bisa sembuhlah, kalau gak sembuh, kan gak kembali mas,” katanya, sambil tangannya memijit pasien nya.

Salah satu pelanggan nya, Iman, yang saat itu menggunakan jasa cak Yanto mengatakan, bahwa dirinya selalu menggunakan jasa cak Yanto.

Ia mengaku, kalau pijat ke orang lain seakan tak nyaman dan tak yakin bisa sembuh.

“Tak terasa, kurang enak mas, tapi kalau ke Cak Yanto, saya yakin bakalan sembuh. Tekanannya itu pas. Kalau pas, kan enak”, kata Iman (36) warga Wonokerto Kecamatan Tekung.

“Intinya, saya kalau pas badan terasa kaku dan sakit semua, langsung pergi ke cak Yanto. Alhamdulillah, setelah dipijat langsung segar kembali. Beraktifitas pun sudah tidak lesu”, akunya.

Berbicara terkait pijat memijat, penulis juga sangat kurang nyaman kalau tidak pijat ke cak Yanto. Kalau tidak di pegang tangannya cak Yanto serasa kurang pas, dan kurang Yakin.

“Tapi, kalau sudah di pegang cak Yanto, badan saya langsung nyaman dan segar kembali.”

Kepingin badan nya segar!. Buruan pergi ke cak Yanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.