Operasi Pasar Murah Banyuwangi Sasar Desa Jaga Harga Pangan

- Redaksi

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Gintangan, Banyuwangi, antusias membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dalam operasi pasar murah yang digelar Pemkab Banyuwangi bersama Bulog dan BI Jember, Rabu (17/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Warga Desa Gintangan, Banyuwangi, antusias membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dalam operasi pasar murah yang digelar Pemkab Banyuwangi bersama Bulog dan BI Jember, Rabu (17/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus menggencarkan operasi pasar murah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Tak hanya di pusat kota, kegiatan ini kini merambah hingga ke desa-desa agar lebih banyak warga merasakan manfaatnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan operasi pasar menjadi strategi penting pemerintah daerah dalam menahan gejolak harga pangan. Langkah ini dilakukan dengan menggandeng Perum Bulog, Bank Indonesia (BI) Jember, serta sejumlah pelaku usaha lokal.

“Pemkab bekerjasama dengan Bulog, Bank Indonesia, dan pelaku usaha untuk rutin menggelar operasi pasar. Lokasinya kami gilir di tiap kecamatan maupun desa, sehingga masyarakat bisa menjangkau kebutuhan dengan harga lebih stabil,” kata Ipuk.

Salah satu kegiatan terbaru berlangsung di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Rabu (17/9/2025). Warga terlihat antusias berbondong-bondong mendatangi balai desa untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Acara ini digelar selama tiga hari, sejak 15 hingga 17 September, dengan dukungan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop UMP) Banyuwangi, Bulog, BI Jember, serta mitra usaha lainnya.
Kepala Diskop UMP Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menjelaskan bahwa operasi pasar rutin dilaksanakan melalui dua pola. Pertama, operasi pasar mandiri bersama Bulog yang berlangsung setiap hari di sejumlah titik. Kedua, operasi gabungan bersama BI Jember yang digelar secara berkala selama tiga hingga empat hari setiap bulan.

“Kami ingin memastikan harga pangan tetap stabil. Dengan begitu, ketersediaan bahan pokok bisa lebih terjamin,” jelas Nanin.

Berbagai komoditas dijual dalam kegiatan ini, mulai dari telur ayam dengan pasokan harian 450 kilogram selama tiga hari, beras medium sebanyak tiga ton per hari dengan harga Rp67.500 per 5 kilogram, hingga beras premium 500 kilogram yang dijual Rp74.000 per 5 kilogram. Selain itu, tersedia pula beras SPHP sebanyak 990 kilogram dengan harga Rp57.500 per 5 kilogram.

Tak hanya beras dan telur, kebutuhan pokok lain juga dipasarkan. Minyak goreng dijual sebanyak 272 liter, mi instan 45 dus, tepung terigu 40 kilogram, gula pasir 80 kilogram, hingga gas elpiji 3 kilogram untuk kebutuhan rumah tangga.

Operasi pasar murah ini mendapat sambutan positif dari warga desa. Selain bisa membeli barang lebih murah dibanding harga pasar, masyarakat juga merasa terbantu di tengah kondisi harga pangan yang kerap naik-turun.

“Masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau lewat operasi pasar ini. Harapannya, program ini terus berlanjut agar daya beli warga tetap terjaga,” pungkas Nanin.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Jatim Ngacir Saat Ekonomi Global Gonjang-Ganjing, Khofifah Bongkar Mesin Uang Baru Penggerak Daerah
BNN Bongkar Ancaman Narkoba di Pasuruan, Anak SD hingga Lansia Kini Jadi Target Peredaran
72 Pemuda Pasuruan Dilantik Jadi Garda Anti Narkoba, Mas Rusdi: Jangan Cuma Seremoni
Mas Rusdi Soroti Akses Pendidikan Anak Miskin Saat Santunan Yatim di Pabrik Air Mineral Pasuruan
Antrean Haji Sidoarjo Tembus 29 Tahun, 1.133 Jamaah Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci
Bupati Musi Rawas Lepas 103 Calon Haji, Kesehatan dan Pelayanan Jamaah Jadi Sorotan
Anggota DPD RI Lia Istifhama Soroti Hambatan SLIK, Dorong Bank Mandiri Permudah Kredit UMKM Pemula
Kredit UMKM Masih Sulit Cair, Anggota DPD RI Lia Istifhama Sentil Sistem SLIK OJK yang Bikin Pedagang Menjerit

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:36 WIB

Jatim Ngacir Saat Ekonomi Global Gonjang-Ganjing, Khofifah Bongkar Mesin Uang Baru Penggerak Daerah

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:53 WIB

BNN Bongkar Ancaman Narkoba di Pasuruan, Anak SD hingga Lansia Kini Jadi Target Peredaran

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:47 WIB

72 Pemuda Pasuruan Dilantik Jadi Garda Anti Narkoba, Mas Rusdi: Jangan Cuma Seremoni

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:41 WIB

Mas Rusdi Soroti Akses Pendidikan Anak Miskin Saat Santunan Yatim di Pabrik Air Mineral Pasuruan

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:12 WIB

Antrean Haji Sidoarjo Tembus 29 Tahun, 1.133 Jamaah Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci

Berita Terbaru