Optimalisasi Peran Pesantren untuk Kesejahteraan Masyarakat Lamongan, Ini Harapan Pak Yes

Sabtu, 15 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak Yes), menghadiri kegiatan Optimalisasi Peran Pesantren dan Lembaga Ekonomi Desa di Pondok Pesantren Matholi'ul Anwar, Karanggeneng, pada Jumat (14/11/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak Yes), menghadiri kegiatan Optimalisasi Peran Pesantren dan Lembaga Ekonomi Desa di Pondok Pesantren Matholi'ul Anwar, Karanggeneng, pada Jumat (14/11/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pesantren di Indonesia, dengan segala tradisi dan kontribusinya, kini semakin diakui bukan hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, salah satu program unggulan pemerintah daerah, “Lamongan Nyantri”, menggulirkan langkah strategis untuk mengoptimalkan peran pesantren dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Pak Yes, menegaskan pentingnya pesantren dalam mendorong terwujudnya masyarakat yang berkualitas dan sejahtera. “Pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu agama, tapi juga berperan besar dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Kami di Lamongan percaya, pesantren adalah mitra strategis dalam menggerakkan pembangunan daerah, baik dalam hal pendidikan maupun ekonomi,” ujarnya dalam acara yang digelar di Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar, Karanggeneng, pada Jumat (14/11/2025).

Pak Yes juga menyoroti bahwa pesantren mampu menjadi agen perubahan dalam pemberdayaan masyarakat desa, baik melalui pengajaran kewirausahaan kepada santri maupun menjadi pusat pengembangan potensi ekonomi lokal. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah yang terus mendukung pemberdayaan ekonomi melalui program-program seperti Megilan Entrepreneur, yang melibatkan para santri dan generasi muda untuk mengasah kemampuan berbisnis serta mengembangkan potensi lokal.

Program kewirausahaan ini bertujuan untuk menciptakan peluang ekonomi baru, yang tidak hanya memberikan manfaat bagi para santri, tetapi juga dapat memperkuat perekonomian desa secara keseluruhan. Lewat pembekalan keterampilan dan pengetahuan terkait dunia usaha, santri diharapkan dapat menjadi pionir dalam membangun usaha-usaha kecil yang berkelanjutan.

Di acara yang sama, Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Farida Farichah, juga mengungkapkan pandangannya tentang peran strategis pesantren dalam perekonomian masyarakat. Ia menjelaskan, pesantren dapat menjadi penggerak ekonomi yang efektif, terutama di daerah-daerah pedesaan, yang umumnya memiliki keterbatasan akses terhadap sumber daya dan pasar. “Pesantren adalah simpul ekonomi lokal yang sangat dekat dengan masyarakat. Mereka memiliki potensi untuk mendorong tumbuhnya kewirausahaan di tingkat akar rumput, yang dapat membantu mengentaskan kemiskinan,” jelas Farida.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, yang menargetkan pengembangan sektor ekonomi di desa melalui lembaga-lembaga lokal seperti pesantren, koperasi, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan pemberdayaan yang tepat, pesantren bisa menjadi kekuatan besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi ketimpangan ekonomi di pedesaan.

Melalui program Lamongan Nyantri, diharapkan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat ekonomi yang memberikan kontribusi langsung bagi kemajuan masyarakat. Ini adalah langkah nyata untuk memajukan perekonomian lokal dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian
Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian
Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah
SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim
Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan
Program SIKAP Jatim Raih Penghargaan Nasional, 1.548 Sekolah Jadi Penggerak Ketahanan Pangan
TKA SMKN 8 Malang Diikuti 391 Murid, Khofifah Turun Langsung
Kapolres Lamongan Ajak Pelajar SMPN 1 Jauhi Narkoba Lewat POLIDIK

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:41

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14

Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08

Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:22

SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:54

Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan

Berita Terbaru