LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pesantren di Indonesia, dengan segala tradisi dan kontribusinya, kini semakin diakui bukan hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, salah satu program unggulan pemerintah daerah, “Lamongan Nyantri”, menggulirkan langkah strategis untuk mengoptimalkan peran pesantren dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Pak Yes, menegaskan pentingnya pesantren dalam mendorong terwujudnya masyarakat yang berkualitas dan sejahtera. “Pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu agama, tapi juga berperan besar dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Kami di Lamongan percaya, pesantren adalah mitra strategis dalam menggerakkan pembangunan daerah, baik dalam hal pendidikan maupun ekonomi,” ujarnya dalam acara yang digelar di Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar, Karanggeneng, pada Jumat (14/11/2025).
Pak Yes juga menyoroti bahwa pesantren mampu menjadi agen perubahan dalam pemberdayaan masyarakat desa, baik melalui pengajaran kewirausahaan kepada santri maupun menjadi pusat pengembangan potensi ekonomi lokal. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah yang terus mendukung pemberdayaan ekonomi melalui program-program seperti Megilan Entrepreneur, yang melibatkan para santri dan generasi muda untuk mengasah kemampuan berbisnis serta mengembangkan potensi lokal.
Program kewirausahaan ini bertujuan untuk menciptakan peluang ekonomi baru, yang tidak hanya memberikan manfaat bagi para santri, tetapi juga dapat memperkuat perekonomian desa secara keseluruhan. Lewat pembekalan keterampilan dan pengetahuan terkait dunia usaha, santri diharapkan dapat menjadi pionir dalam membangun usaha-usaha kecil yang berkelanjutan.
Di acara yang sama, Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Farida Farichah, juga mengungkapkan pandangannya tentang peran strategis pesantren dalam perekonomian masyarakat. Ia menjelaskan, pesantren dapat menjadi penggerak ekonomi yang efektif, terutama di daerah-daerah pedesaan, yang umumnya memiliki keterbatasan akses terhadap sumber daya dan pasar. “Pesantren adalah simpul ekonomi lokal yang sangat dekat dengan masyarakat. Mereka memiliki potensi untuk mendorong tumbuhnya kewirausahaan di tingkat akar rumput, yang dapat membantu mengentaskan kemiskinan,” jelas Farida.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, yang menargetkan pengembangan sektor ekonomi di desa melalui lembaga-lembaga lokal seperti pesantren, koperasi, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan pemberdayaan yang tepat, pesantren bisa menjadi kekuatan besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi ketimpangan ekonomi di pedesaan.
Melalui program Lamongan Nyantri, diharapkan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat ekonomi yang memberikan kontribusi langsung bagi kemajuan masyarakat. Ini adalah langkah nyata untuk memajukan perekonomian lokal dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin









