Panglima Nurhadi Minta Warga Awasi Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 10 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi IX, Nurhadi,

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi IX, Nurhadi,

KEDIRI, Radar Bangsa.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi IX, yang akrab disapa Panglima Nurhadi, mensosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ratusan warga di Gedung Serba Guna Desa Sumberagung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Tujuannya untuk menjelaskan manfaat program sekaligus membuka ruang kritik dan evaluasi dari masyarakat.

Kegiatan yang digelar bersama mitra kerja Komisi IX tersebut juga dihadiri perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri, anggota

DPRD Kabupaten Kediri sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Lutfi Mahmudiono, anggota DPRD Jawa Timur dari Partai NasDem Khusnul Arif, serta Kepala Desa Sumberagung.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi IX, Nurhadi,

Dalam sosialisasi itu, Nurhadi menjelaskan bahwa program MBG bertujuan meningkatkan pemerataan asupan gizi bagi generasi muda di seluruh Indonesia, khususnya bagi pelajar yang selama ini belum mendapatkan makanan bergizi secara rutin.

Ia mencontohkan pengalaman saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah di Kediri. Dalam kunjungan tersebut, ia menemukan siswa yang terharu hingga meneteskan air mata saat menerima makanan dari program MBG.

“Saya tanya seorang siswi SMP kelas dua di Kediri kenapa sampai menangis. Dia bilang seumur hidup baru pertama kali makan buah anggur,” ujarnya kepada beritajatim.com, pada Senin (9/3/2026).

Menurut politisi Partai NasDem ini, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa program MBG bukan sekadar pemberian makanan gratis, tetapi bagian dari upaya pemerataan gizi nasional bagi generasi penerus.

Selain berdampak pada kesehatan anak, program MBG juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan pemasok bahan pangan dari lingkungan sekitar.

Anggota DPR RI dua periode ini menegaskan bahwa kebutuhan bahan baku seperti beras, gula, minyak goreng, sayur, buah, hingga lauk-pauk diutamakan berasal dari supplier lokal agar memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar dapur penyedia makanan.

Ia juga menyebut keberadaan kelompok atau lembaga pemasok pangan lokal ke depan dapat berperan sebagai penghubung antara pemasok bahan pangan dengan dapur SPPG yang memproduksi makanan bagi program MBG.

Selain manfaat gizi dan ekonomi, tambah dia, program MBG juga disebut berpotensi menyerap tenaga kerja baru di daerah, terutama dalam operasional dapur penyedia makanan dan distribusi logistik.

Dalam forum dialog tersebut, masyarakat juga diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan, kritik, dan masukan terkait pelaksanaan program MBG di wilayah Kabupaten Kediri.

Salah satu isu yang muncul adalah kekhawatiran masyarakat untuk melaporkan temuan makanan yang tidak layak, seperti basi atau tidak sesuai standar.

Peserta Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis

Menanggapi hal itu, Nurhadi menegaskan masyarakat tidak perlu takut menyampaikan laporan selama informasi yang disampaikan berdasarkan fakta.

Ia menyebut laporan dapat disampaikan melalui call center resmi di nomor 127 atau melalui koordinator wilayah maupun koordinator kecamatan yang terlibat dalam pelaksanaan program.

“Selama itu fakta dan bukan hoaks atau fitnah, silakan disampaikan. Justru laporan masyarakat akan membantu evaluasi program,” katanya.

Menurutnya, laporan tersebut akan menjadi dasar bagi Badan Gizi Nasional untuk melakukan pemeriksaan, memberikan teguran, hingga menjatuhkan sanksi kepada dapur penyedia makanan jika terbukti melanggar standar.

Nurhadi juga menyoroti tantangan pelaksanaan menu MBG selama Ramadan, terutama terkait menu kering yang dinilai sebagian masyarakat belum sesuai dengan nilai anggaran yang disediakan.

Ia berharap pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar menu, termasuk menyusun petunjuk teknis dan prosedur operasional yang lebih jelas bagi dapur penyedia makanan.

“Ke depan menu Ramadan harus lebih baik. Evaluasi total perlu dilakukan agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat dan media untuk ikut mengawasi pelaksanaan program MBG di daerah agar kualitas makanan tetap terjaga dan Kediri dapat menjadi contoh dapur penyedia makanan terbaik bagi program nasional tersebut. [Churriyatus S]

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru