NGANJUK, RadarBangsa.co.id – Pasar Murah Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Lapangan Kelurahan Kramat, Kabupaten Nganjuk, Kamis (13/8), tidak hanya menjadi tempat masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Di tengah suasana menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut berubah menjadi ruang interaksi kebangsaan ketika Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak warga dan pelajar mengibarkan Merah Putih serta menyanyikan lagu nasional.
Lebih dari seribu Bendera Merah Putih dibagikan secara gratis kepada masyarakat sekitar Lapangan Kramat dan murid SMKN 2 Nganjuk. Bersama Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Khofifah kemudian mengajak warga membentangkan dan mengibarkan bendera.
“Karena ini bulan kemerdekaan, bulan Agustus, maka di setiap titik itu kita membagikan Bendera Merah Putih sambil kita minta untuk dikibarkan, sambil menyanyikan lagu Hari Merdeka,” tutur Khofifah.
Lagu Hari Merdeka dan Bendera kemudian dinyanyikan bersama. Bagi Khofifah, aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya menguatkan nasionalisme, terutama di tengah masyarakat dan generasi muda.
“Kami bersyukur bahwa semangat untuk meneguhkan, menguatkan, dan mengukuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat kuat di semua lini yang kami sapa,” ungkapnya.
Menurut Khofifah, antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan kebangsaan menjadi pengalaman tersendiri. Dalam sejumlah kunjungannya ke daerah di Jawa Timur, ia menemukan warga yang bahkan sudah bertahun-tahun tidak menyanyikan lagu Hari Merdeka secara bersama-sama.
“Ada di antara mereka yang sudah puluhan tahun tidak menyanyikan lagu Hari Merdeka. Hari ini hari bahagia mereka, di bulan kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.
Momentum kemerdekaan juga mempertemukan Khofifah dengan para pelajar asal Papua yang menempuh pendidikan di SMKN 2 Nganjuk melalui Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua. Khofifah berbincang dengan para siswa dan berpesan agar kesempatan belajar di Jawa Timur dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Salah satu siswa ADEM asal Wamena, Papua Pegunungan, Chandison Wesal (17), mengaku senang dapat bertemu langsung dengan Khofifah. Ia berharap bisa melanjutkan pendidikan tinggi di Jawa Timur sebelum kembali ke Papua untuk berkontribusi bagi daerah asalnya.
“Saya pengin kuliah Akuntansi di Jember, supaya nanti saat kembali ke Papua saya bisa membangun Papua. Saya berharap banyak adik-adik saya di Papua yang bisa mendapatkan beasiswa di Jawa Timur seperti saya,” katanya.
Khofifah juga mengundang para siswa ADEM untuk hadir dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada 17 Agustus 2026.
Di tengah kegiatan tersebut, Novita (16), siswi kelas XI SMKN 2 Nganjuk, mengaku senang mendapat Bendera Merah Putih langsung dari Gubernur Jawa Timur. Bagi Novita, pertemuan tersebut menjadi pengalaman pertamanya bertemu dengan gubernur.
“Alhamdulillah senang sekali saya dapat bendera dari Ibu Gubernur. Ini pengalaman pertama saya bertemu Gubernur Jawa Timur. Saya senang sekali. Terima kasih Bu Khofifah,” ungkapnya.
Kegiatan di Lapangan Kramat tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai intervensi pemerintah terhadap harga kebutuhan pokok. Pasar Murah tersebut merupakan titik ke-93 yang digelar Pemprov Jatim sepanjang 2026 untuk membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi.
Khofifah mengatakan lokasi Pasar Murah dipilih dengan mempertimbangkan kedekatan dengan permukiman, terutama wilayah yang relatif jauh dari pasar tradisional. Dengan pola tersebut, pemerintah tidak hanya melakukan intervensi harga, tetapi juga mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan.
“Harapannya ini adalah penetrasi pengendalian inflasi,” ujarnya.
Sejumlah komoditas dijual dengan harga yang disebut berada di bawah harga pasar, antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per pack, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih dan bawang merah masing-masing Rp6.000 per 250 gram, cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pack.
“Bisa dicek harga di pasar kalau minyak kita 1 liter berapa dan di sini berapa, gula di pasar berapa di sini berapa, harganya semua jauh di bawah harga pasar,” terangnya.
Pemprov Jatim memastikan Pasar Murah akan terus digelar hingga akhir 2026 di titik-titik yang membutuhkan intervensi. Pemerintah juga memantau ketersediaan dan distribusi bahan pangan, termasuk Minyakita yang sebelumnya sempat mengalami pengurangan suplai di sejumlah wilayah.
“Kami akan terus menggelar pasar murah di titik-titik yang memang membutuhkan intervensi,” tegas Khofifah.
Bagi Suwarni (67), warga sekitar Lapangan Kramat, manfaat Pasar Murah terasa langsung bagi keluarganya. Ia mengaku terbantu dengan beras yang diperolehnya untuk memenuhi kebutuhan pangan bersama dua cucunya.
“Saya senang sekali, terima kasih Ibu Gubernur. Ini sangat membantu, bisa buat makan saya dan dua cucu saya yang sudah tidak punya bapak ibu,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar