PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Upaya meningkatkan kualitas ruang belajar di Kabupaten Pasuruan kembali dipercepat menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah memastikan berbagai kerusakan fasilitas pendidikan tidak dibiarkan berlarut, terutama pada sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama yang selama ini menjadi tumpuan pendidikan dasar di daerah.
Sepanjang 2025, Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengalokasikan pembenahan di 279 titik pada ratusan SD dan SMP. Program tersebut meliputi pembangunan ruangan baru hingga perbaikan sarana yang sudah tak layak. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, menyebut langkah ini sebagai bagian dari komitmen tahunan pemerintah daerah untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.
“Tahun ini kami memprioritaskan perbaikan fasilitas yang berdampak langsung pada kelancaran proses belajar mengajar. Ada ratusan titik yang kami tangani, mulai pembangunan ruang kelas baru, perbaikan toilet, hingga rehab perpustakaan dan ruang guru,” ujar Krisni saat meninjau pembenahan ruang kelas di SDN Kalirejo, Rabu (3/12/2025).
Bantuan pembangunan dan rehabilitasi mencakup pembangunan ruang kelas baru, pembangunan toilet, pavingisasi, pagar sekolah, aula, musholla, hingga perbaikan laboratorium, perpustakaan, ruang kepala sekolah, UKS, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Pemerintah menilai pemerataan pembangunan menjadi tuntutan mengingat sebagian sekolah berada di wilayah pedesaan yang masih kekurangan fasilitas dasar.
Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp51,64 miliar. Seluruh pendanaan berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Kabupaten Pasuruan tahun anggaran 2025. Menurut Krisni, dana tersebut tidak hanya untuk memperbaiki bangunan rusak, tetapi juga memastikan siswa memiliki ruang belajar yang bermutu dan layak.
“Anggaran ini kami usahakan agar menyentuh kebutuhan paling mendesak. Banyak sekolah yang kondisi ruangannya sudah memprihatinkan, dan kami tidak ingin anak-anak belajar dengan rasa tidak nyaman,” tambahnya.
Pelaksanaan pembangunan dan rehab dimulai sejak pertengahan Oktober dan ditarget rampung pada 28 Desember 2025. Dengan waktu yang cukup singkat, pemerintah meminta seluruh kontraktor menjaga kualitas pekerjaan agar fasilitas siap digunakan pada awal semester mendatang.
Orang tua siswa di sejumlah wilayah juga menyatakan apresiasi. Mereka menilai perbaikan sarpras sekolah menjadi kebutuhan yang lama ditunggu. Seorang wali murid di Kecamatan Bangil, misalnya, mengaku lega ruang kelas anaknya akhirnya dibenahi setelah mengalami kebocoran dan kerusakan dinding dalam beberapa tahun terakhir.
“Pemerintah harus memastikan sekolah tidak hanya berdiri, tetapi juga layak. Anak-anak berhak mendapatkan ruang belajar yang aman,” ujarnya.
Krisni berharap proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala cuaca maupun teknis. Ia juga mengingatkan para siswa untuk bersabar selama masa rehabilitasi berlangsung.
“Untuk kelas yang masih ditangani, mohon bersabar dulu. Setelah selesai, ruangannya akan jauh lebih baik dan bisa digunakan kembali,” tuturnya.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus memperkuat kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Pasuruan. Pemerintah menargetkan perbaikan sarpras secara berkelanjutan akan terus dilanjutkan pada tahun mendatang sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
Lainnya:
- Cegah Ledakan Kasus, Polsek Tikung Edukasi Siswa di Lamongan Soal Bahaya Bullying
- Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung
- Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN
Penulis : Ahmad
Editor : Zainul Arifin








