Pelaksanaan Cor Beton Jalan di Desa Sukamelang Indramayu Disorot, Camat Kroya Bungkam Soal Hasil Monev

Sabtu, 31 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kecamatan Kroya, Indramayu mendapat sorotan publik, Jumat (21/1). (Foto Dok Susantp/RadarBangsa.co.id)

Kantor Kecamatan Kroya, Indramayu mendapat sorotan publik, Jumat (21/1). (Foto Dok Susantp/RadarBangsa.co.id)

INDRAMAYU, RadarBangsa.co.id – Pembangunan jalan cor beton di Jalan Pilangsari, Desa Sukamelang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mendapat sorotan publik dan media. Pekerjaan yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2025 ini dianggap kontroversial karena ketebalan beton yang bervariasi dan minimnya keterbukaan hasil monitoring dan evaluasi (monev) oleh pihak kecamatan.

Sejumlah pihak mencoba mengonfirmasi Camat Kroya terkait hasil monev pada 21 Januari, namun camat tidak bersedia memberikan tanggapan. Sikap ini memicu keprihatinan masyarakat dan aktivis lokal yang menilai transparansi pengawasan sangat penting agar pembangunan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Di sisi lain, Kepala Desa Sukamelang, Masduki, SH, menjelaskan bahwa variasi ketebalan beton terjadi akibat cor readymix yang kurang merata. “Beberapa titik ada yang lebih tebal dari ukuran, sehingga secara volume tidak terjadi perbedaan dan tetap sesuai dengan RAB,” ujarnya. Masduki menegaskan bahwa monev dari pihak kecamatan menyatakan pekerjaan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menanggapi hal ini, aktivis Brintik menyoroti sikap bungkam Camat Kroya. Menurutnya, keterbukaan informasi hasil monev penting untuk mencegah praktik asal-asalan dalam pengerjaan proyek yang dibiayai Dana Desa. “Jika hasil monev tidak terbuka, kepala desa atau tim pelaksana kegiatan bisa berani melaksanakan pekerjaan seadanya karena beranggapan tidak ada yang mengetahui,” kata Brintik.

Brintik menambahkan, sikap tidak transparan dari camat menimbulkan pertanyaan publik dan mendorong perlunya investigasi lebih lanjut oleh Inspektorat Kabupaten Indramayu. “Dengan bungkamnya camat, muncul dugaan adanya hal yang ditutupi. Inspektorat perlu segera melakukan investigasi khususnya di Desa Sukamelang,” pungkasnya.

Penulis : jayas/susanto

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru