INDRAMAYU, RadarBangsa.co.id – Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Indramayu menyebabkan Bendungan Kali Cipondoh meluap dan menggenangi areal persawahan di Desa Sumbon, Kecamatan Kroya, Rabu (7/1). Luapan air tersebut berdampak langsung pada aktivitas pertanian warga dan memicu kekhawatiran akan potensi gagal panen.
Genangan air terpantau merendam sawah di sejumlah titik, khususnya di Blok Kedungjati dan Blok Talun. Luas genangan bervariasi, dengan ketinggian air mencapai puluhan hingga lebih dari satu meter. Kondisi ini membuat tanaman padi terendam dan menghambat akses jalan usaha tani yang biasa digunakan petani.
Kanit Bimas Polsek Kroya, Aipda Yusuf, bersama Kepala Desa Sumbon, H. Tarjo, turun langsung ke lokasi untuk meninjau dampak banjir sekaligus memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi luapan susulan. Keduanya menyusuri area persawahan yang tergenang guna memastikan kondisi terkini di lapangan.
“Ketinggian air tidak merata. Ada yang sekitar 30 sentimeter, 50 sentimeter, bahkan di beberapa titik mencapai 130 sentimeter,” kata Aipda Yusuf saat ditemui di lokasi.
Menurut dia, luapan air Bendungan Kali Cipondoh tidak hanya merendam sawah, tetapi juga menutup akses jalan di Blok Kedungjati dan Blok Talun. Hal ini menyulitkan mobilitas petani serta berpotensi memperlambat penanganan lahan pascabanjir.
Para petani setempat berharap adanya langkah cepat dari pihak terkait untuk mengendalikan debit air dan mencegah kerusakan yang lebih luas. Jika genangan bertahan lama, tanaman padi dikhawatirkan membusuk dan gagal panen, yang pada akhirnya berdampak pada pendapatan petani.
Pemerintah desa mengimbau warga untuk terus memantau kondisi cuaca dan segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air di wilayah persawahan maupun permukiman.
Penulis : Jayas/Casmadi
Editor : Zainul Arifin








