MATARAM, RadarBangsa.co.id – Pelayanan kesehatan di RSUD H. Moh Ruslan (HMR) Kota Mataram kembali mendapat respons positif dari masyarakat. Apresiasi tersebut datang dari seorang pasien bernama Iren, yang tengah menjalani perawatan intensif pascakecelakaan dengan cedera patah tulang dan pendarahan hebat, Jumat (30/1/2026).
Iren menceritakan, kecelakaan terjadi saat ia terperosok di tangga berbahan tanah liat dan batu yang tampak rata seperti permukaan tanah. Insiden itu menyebabkan patah tulang di kaki kiri disertai pendarahan cukup serius.
“Alhamdulillah, begitu tiba di rumah sakit langsung ditangani tim medis. Saya menjalani operasi sekitar dua jam,” ujar Iren saat ditemui di ruang perawatan RSUD HMR.
Menurutnya, keputusan untuk segera menuju rumah sakit menjadi langkah krusial. Ia menolak saran sebagian orang untuk dibawa ke tukang urut dan memilih penanganan medis karena kondisi pendarahan yang terus berlangsung.
“Petugas sangat sigap. Begitu masuk langsung dilakukan rontgen, tes darah, lalu operasi. Sekarang kondisi saya sudah jauh lebih baik,” tuturnya.
Iren juga menilai pelayanan RSUD HMR tidak hanya cepat, tetapi juga terkoordinasi dengan baik. Tenaga medis dinilainya komunikatif dalam menjelaskan kondisi pasien dan tahapan perawatan yang dijalani, sehingga memberikan rasa aman bagi pasien dan keluarga.
Dari sisi fasilitas, ia menyebut suasana rumah sakit mendukung proses pemulihan. Kenyamanan ruang perawatan, kualitas makanan pasien, hingga sikap perawat dan dokter menjadi poin apresiasi yang ia sampaikan.
“Fasilitasnya bagus dan nyaman. Makanan pasien juga enak. Perawatnya ramah dan murah senyum. Dokter juga visit paling pagi. Secara keseluruhan aman dan bagus,” kata Iren menutup keterangannya.
Respons positif dari pasien ini menambah deretan penilaian publik terhadap layanan RSUD H. Moh Ruslan Kota Mataram. Rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut terus menjadi tumpuan layanan kesehatan rujukan masyarakat, khususnya dalam penanganan kasus darurat dan kecelakaan di Kota Mataram.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin








