Pembangunan di Kabupaten Sidoarjo Terus di Kebut, Kepemimpinan Bupati Gus Muhdlor

Pembangunan SDN Kedungrejo (Dok foto Rino/RadarBangsa)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Pembangunan di Kabupaten Sidoarjo terus di kebut, masa kepemimpinan Gus Muhdlor Bupati Sidoarjo (Sapaan akrabnya), dengan menyuguhkan berbagai pembangunan infrastruktur, diantaranya pembangunan gedung sekolah di semua wilayah kabupaten Sidoarjo.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Dr.Tirto Adi, MPd mengungkapkan, memang di butuhkan guna meningkatkan kualitas pendidikan, kegiatan belajar dan mengajar guru dan murid di sidoarjo ini setiap waktu ke depan.

Bacaan Lainnya

“Harus lebih baik,” ujarnya kepada wartawan media RadarBangsa.co.id, Jumat (23/09).

Lebih lanjut, Maka dari itu untuk mendukung kegiatan tersebut diatas harus ada sarana dan prasarana yang memadai di antaranya bangunan gedungnya pun harus bagus, untuk hal ini maka di laksanakanlah kegiatan proyek pembangunan gedung yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan, tahapan yang harus di lalui.

“Pada kegiatan pembangunan gedung sekolah ini yaitu : pertama Perencanaan setelah itu penyampaian kepada pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP), untuk di lakukan tender/ lelang paket pekerjaan sesuai dengan peraturan UUD pengadaan barang dan jasa melalui LPSE,” ucapnya.

Tirto juga menambahkan, tujuan pelelangan atau tender adalah untuk memilih dan menentukan siapa atau perusahan mana yang berhak melaksanakan proyek pekerjaan gedung sekolah, sesuai dengan kualifikasi di bidangnya, setelah di tentukan perusahan atau kontraktor pemenang lelang yg berhak melaksanakan proyek pembangunan maka di mulailah proyek pembangunanya.

“Tentunya alam hal pelaksanaan pembangunan proyek pemerintah juga di butuhkan peran serta masyarakat sebagaimana termaktub dalam pasal 28 c ayat (3) UUD tahun 1945 yang menyatakan: setiap orang berhak memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat bangsa dan negaranya,”jelasnya.

Artinya dalam berbagai aktivitas pembangunan mulai dari tahap perencanaan, pemanfaatan sampai pengawasan memerlukan peran aktif masyarakat sebagai kontrol sosial (Citizen partisipation is citizen power) karena setiap pembangunan yang di selenggarakan oleh pemerintah, masyarakatlah yang nantinya akan merasakan dampaknya baik positif maupun negative.

Tambahnya lagi, dalam hal pembangunan gedung SDN Kedungrejo 1 Kecamatan Waru, yang tendernya di menangkan oleh CV. LWK (Linda Wira Karya).

“Dinas pendidikan telah menunjuk Drs. Charis Achmadi sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). sekaligus pimpro untuk melaksanakan proyek tersebut di atas, mengenai hal ihwal tentang proyek gedung SDN Kedungrejo silakan tanya beliaunya,” ucapnya.

Diketahui, bahwa proyek pembangunan gedung sekolah SDN Kedungrejo dengan biaya senilai RP 1.194.619.102 (Satu Milyar seratus Sembilan puluh empat juta enam ratus Sembilan belas ribu seratus dua rupiah) itu yang di ambilkan dari dana APBD, tahun anggaran 2022 yang telah di kerjakan oleh kontraktor penyedia CV LWK sudah mencapai progress 40%.

Menurut Sutikno Ketua LSM FKMS (Forum Komunikasi Masyarakat Sipil), yang sering memberikan laporan kepada instansi yang berwenang baik Kepolisian, Kejaksaan bahkan KPK terkait penyalahgunaan maupun penyimpangan uang negara, pada saat di lokasi pembangunan SDN Kedungrejo, mengatakan. “Pelaksanaan pembangunan gedung sekolah ini bagus dan disiplin, patut di jadikan contoh untuk kontraktor lain dalam melaksanakan proyek pemerintah,” ujarnya kepada RadarBangsa.co.id saat diloksi proyek

Lanjut Sutikno, khususnya di Sidoarjo dia mengatakan, bahwa selama dia melakukan investigasi atau pulbaket pada proyek pemerintah jarang menemui kontraktor pelaksana seperti CV.LWK ini, “pekerjanya disiplin memakai APD, dan pengerjaanya menggunakan material bagus sesuai standart yang di anjurkan,’ tambahnya.

Dilokasi proyek salah satu pekerja Novan Wahyu Prasetyo mengatakan, untuk material besi yang di pakai sebagai tulangan cor kolom semua sesuai ketebalan besi beton yang di pakainya sudah standar SNI.

“Dan pasirnya hitam dan bersih asli dari Lumajang, dan untuk dilokasi proyek kalau kerja gak menggunakan rompi dan sepatu serta helm proyek pasti dimarahi pak Syaiful orang kantor, kita harus menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” terangnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *