LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kabupaten Lamongan telah menjangkau 692.983 orang hingga 15 Oktober 2026. Jumlah tersebut mencapai 108,75 persen dari target nasional sebesar 46 persen, menjadi salah satu capaian program prioritas nasional yang disoroti Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan komitmen melanjutkan pelaksanaan program prioritas nasional saat menghadiri doa bersama untuk memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Pendopo Lokatantra, Selasa (20/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Yuhronur mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan Asta Cita sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat.
Pada sektor kesehatan, capaian PKG tahun 2026 melanjutkan hasil pelaksanaan program pada tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah masyarakat yang tercatat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis di Lamongan mencapai 521.516 orang, atau 105,93 persen dari target nasional sebesar 36 persen.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus mendorong pemerataan layanan agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan.
Selain kesehatan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau hampir 350 ribu penerima manfaat di Lamongan. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi.
Di sektor ketahanan pangan, Lamongan terus mendorong produktivitas pertanian melalui fasilitasi dan pendampingan kepada petani. Produksi padi daerah ini disebut menjadi yang terbesar di Jawa Timur, sekaligus berkontribusi terhadap upaya swasembada pangan nasional.
Pemerintah Kabupaten Lamongan juga mendorong penguatan komoditas gula sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan.
“Ini bukan sekadar tentang capaian produksi, tetapi bagaimana pemerintah hadir mendorong, memfasilitasi, dan memberikan dukungan agar swasembada pangan, termasuk swasembada gula, dapat berjalan dengan baik,” kata Yuhronur.
Koperasi dan Sekolah Rakyat
Penguatan ekonomi masyarakat turut dilakukan melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari total 474 desa dan kelurahan di Lamongan, lebih dari 327 koperasi telah terbentuk. Sebanyak 90 koperasi di antaranya sudah beroperasi.
Pemkab Lamongan melanjutkan fasilitasi dan pendampingan agar koperasi dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, di bidang pendidikan, pemerintah daerah mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di kawasan Tlogoanyar dengan luas lahan sekitar 6 hektare. Sebelumnya, kegiatan Sekolah Rakyat masih menggunakan lokasi sementara di Brondong.
Pembangunan fasilitas permanen tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan yang layak.
Di luar program prioritas nasional, Pemkab Lamongan juga melanjutkan 15 program prioritas daerah. Salah satunya Jalan Mulus Lamongan (Jamula), dengan capaian hampir 70 persen jalan dalam kondisi mulus.
Pembangunan berikutnya akan diperkuat melalui peningkatan infrastruktur irigasi pertanian dan sarana pendukung lainnya.
Pemkab Lamongan juga merencanakan pemasangan 10 ribu titik lampu jalan melalui program Lamongan Menyala pada tahun mendatang. Program tersebut diarahkan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan memperkuat keamanan lingkungan.
Yuhronur menegaskan bahwa program pembangunan akan terus dilanjutkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Program-program pembangunan akan terus kita dorong agar berkelanjutan dan manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar