Pemkab Asahan Sosialisasikan Pidana Kerja Sosial, Alternatif Hukuman Penjara

Rabu, 17 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar saat membuka sosialisasi penerapan pidana kerja sosial bagi pelaku pidana di lingkungan Pemkab Asahan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar saat membuka sosialisasi penerapan pidana kerja sosial bagi pelaku pidana di lingkungan Pemkab Asahan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

ASAHAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar sosialisasi penerapan pidana kerja sosial bagi pelaku tindak pidana di lingkungan Pemkab Asahan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (15/12/2025), sebagai langkah awal mempersiapkan implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang akan berlaku efektif pada 2 Januari 2026.

Sosialisasi ini dihadiri Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar, Wakil Bupati Asahan, unsur Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Asahan, Sekretaris Daerah, para asisten dan staf ahli bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah, camat, kepala puskesmas se-Kabupaten Asahan, serta undangan lainnya. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan pentingnya kesiapan bersama dalam penerapan kebijakan pidana kerja sosial di daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Asahan menjelaskan bahwa pidana kerja sosial merupakan salah satu bentuk pidana yang diatur dalam KUHP sebagai alternatif hukuman penjara. Melalui skema ini, terpidana diwajibkan menjalani pekerjaan sosial tertentu dengan pengawasan, sehingga tetap memberikan efek jera sekaligus manfaat bagi masyarakat. “Kebijakan ini diharapkan mampu mengatasi persoalan over kapasitas lembaga pemasyarakatan dan meringankan beban negara,” ujar Taufik.

Ia menambahkan, sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta Nota Kesepahaman yang ditandatangani pada 18 November 2025 antara Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta Kejaksaan Negeri dengan pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Kesepakatan ini mengatur sinergi penerapan, pembimbingan, pengawasan, dan evaluasi pidana kerja sosial dengan melibatkan pemerintah daerah.

“Pemkab Asahan mendukung penuh pelaksanaan pidana kerja sosial sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan restoratif dan rehabilitasi sosial bagi pelaku tindak pidana,” tegas Bupati.

Sosialisasi ini menghadirkan Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Asahan, Sofie Eka Silalahi dan Era Husni Tamrin, sebagai narasumber. Keduanya memaparkan mekanisme teknis penerapan pidana kerja sosial di daerah, termasuk peran pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan yang efektif dan berkeadilan.

Pemkab Asahan berharap kebijakan ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi penegakan hukum yang lebih humanis serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Penulis : Joko

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru