BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Sosial menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada korban kebakaran di Yayasan Madrasah Raudhatul Barokah Annasir, Desa Banyoneng Laok, Kecamatan Geger, Senin (22/9/2025).
Bantuan yang diberikan meliputi makanan siap saji, lauk pauk, makanan tambahan gizi, family kit, perlengkapan bayi, paket sandang untuk pria dan wanita, hingga terpal yang dapat digunakan sebagai hunian darurat. Kehadiran pemerintah ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang terdampak.
Kepala BPBD Bangkalan, Zainul Qomar, menegaskan bahwa bantuan bukan sekadar bentuk formalitas, melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap warganya.
“Kami hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa semangat kebersamaan. Musibah ini tentu menjadi ujian berat, namun kami ingin masyarakat tahu bahwa pemerintah selalu hadir di tengah mereka,” ujar Zainul.
Ia menambahkan, perhatian khusus diberikan pada kebutuhan anak-anak dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal agar tetap mendapat dukungan gizi serta perlengkapan dasar.
Zainul juga menekankan bahwa penanganan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran serta masyarakat luas dinilai penting untuk mempercepat pemulihan korban.
“Kami mengajak semua elemen masyarakat untuk saling bergandeng tangan. Kepedulian dan kebersamaan adalah kunci agar saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bisa bangkit kembali,” tambahnya.
Menurutnya, solidaritas sosial yang terbangun di tengah masyarakat Bangkalan akan menjadi energi tambahan bagi para korban untuk menata kehidupan setelah bencana.
Selain bantuan logistik, Pemkab Bangkalan juga berkomitmen memberikan pendampingan jangka panjang. Dukungan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikososial agar korban kebakaran dapat kembali beraktivitas dengan tenang.
“Pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan bantuan materi. Diperlukan pendampingan yang menyeluruh agar para korban benar-benar pulih dan bisa bangkit kembali,” jelasnya.
Sebelumnya, kebakaran di Yayasan Madrasah Raudhatul Barokah Annasir menghanguskan sejumlah fasilitas pendidikan dan pemondokan. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga mengguncang aktivitas belajar para santri yang sehari-hari menempati kompleks yayasan.
Kehadiran pemerintah di lokasi musibah sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana harus semakin diperkuat, terutama di fasilitas publik yang digunakan banyak orang.
“Bencana tidak pernah bisa diprediksi. Namun dengan kebersamaan, kita bisa memastikan pemulihan berjalan lebih cepat. Semoga bantuan ini menjadi awal dari kebangkitan para korban untuk melanjutkan kehidupan,” pungkas Zainul Qomar dengan penuh harap.
Lainnya:
- Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung
- Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN
- Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








