Pemkab Sidoarjo Gelar Evaluasi Implementasi Program Smart City Tahap 2 Tahun 2024

- Redaksi

Rabu, 13 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskominfo Sidoarjo menggelar Evaluasi Implementasi Program Smart City Tahap 2 Tahun 2024 di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo (IST)

Diskominfo Sidoarjo menggelar Evaluasi Implementasi Program Smart City Tahap 2 Tahun 2024 di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo (IST)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Evaluasi Implementasi Program Smart City Tahap 2 Tahun 2024 di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo pada Selasa (12/11/2024). Evaluasi ini bertujuan menilai perkembangan program Smart City yang diinisiasi sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan capaian layanan publik di Kabupaten Sidoarjo. Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hadir dalam acara tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, menekankan pentingnya kolaborasi Hexahelix dalam pengembangan Smart City. “Dalam implementasi Smart City, diperlukan sinergi dari enam unsur: pemerintah, industri, perguruan tinggi, masyarakat, swasta, dan media massa. Kolaborasi yang solid akan mempercepat pelaksanaan layanan publik yang lebih efektif, transparan, dan inovatif,” katanya saat membuka acara.

Fenny menambahkan, pemanfaatan teknologi yang canggih dan terintegrasi menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengantisipasi tantangan di era digital. “Ada sebanyak 75 persen program Smart City yang sudah berjalan, termasuk 17 program prioritas Bupati yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Sidoarjo Tahun 2021-2026,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Fenny juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara maksimal. “Kita perlu mempersiapkan Sidoarjo untuk menjadi kota yang siap menghadapi transformasi digital dengan pelayanan publik berbasis teknologi yang terintegrasi,” tambahnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo, Noer Rochmawati, menjelaskan pentingnya evaluasi ini sebagai panduan bagi OPD dalam menyesuaikan strategi dan program kerja. “Evaluasi ini memastikan semua sektor beroperasi sesuai dengan visi dan misi Smart City. Tujuan akhirnya adalah menciptakan Sidoarjo sebagai kota cerdas yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Noer menegaskan bahwa evaluasi ini juga diharapkan dapat mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. “Kami ingin memastikan setiap OPD dapat terus meningkatkan kinerja pelayanan publik berbasis digital, yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Dalam sesi evaluasi, hadir para asesor yang terdiri dari praktisi dan akademisi untuk memberikan penilaian komprehensif. Mereka di antaranya adalah Hafni Septiana, seorang Praktisi IKTII; Arman Kurniawan dari Kemenpan RB; Agus Tri Cahyono, Praktisi IAP; Dyah Mutiarin, Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY); dan Wikan Danar Sunindyo, Akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Para asesor memberikan masukan strategis yang mencakup aspek perencanaan, implementasi, hingga hasil program Smart City di Sidoarjo. “Kami mengapresiasi upaya Pemkab Sidoarjo dalam mengembangkan Smart City, namun ada beberapa rekomendasi untuk memperkuat integrasi antar-OPD,” terang Hafni Septiana.

Arman Kurniawan dari Kemenpan RB menyoroti pentingnya transparansi data dalam program ini. “Data yang transparan akan memperkuat akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemerintah,” ujarnya.

Agus Tri Cahyono, Praktisi IAP, menekankan perlunya pendekatan yang inklusif dalam pengembangan Smart City. “Perencanaan harus mencakup semua elemen masyarakat, memastikan tidak ada yang tertinggal dalam transformasi digital,” jelasnya.

Akademisi UMY, Dyah Mutiarin, menyoroti peran perguruan tinggi dalam mendukung inovasi berbasis riset. “Kami berharap ada kolaborasi lebih erat dengan universitas untuk riset yang mendukung kebijakan Smart City,” tambahnya.

Wikan Danar Sunindyo dari ITB menutup sesi dengan memaparkan pentingnya literasi digital. “Masyarakat perlu dididik untuk memanfaatkan teknologi dengan bijak. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tandasnya.

Evaluasi ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian tujuan Sidoarjo sebagai kota cerdas yang siap menghadapi masa depan digital. “Kolaborasi dan inovasi adalah kunci keberhasilan,” tutup Fenny Apridawati.

Lainnya:

Penulis : Rino

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung
Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN
Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu
Bupati Kendal Tekankan ASN Wajib Hadir dan Responsif, Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
Bupati Kendal Minta ASN Tingkatkan Kompetensi, MOOC Jadi Solusi Pembelajaran Fleksibel
KPK Turun ke Asahan, Bimtek Anti Korupsi Jadi Alarm Perbaikan Layanan Publik
FLS3N Lamongan 2026 Cetak Talenta Muda, SDN Sumberkerep Raih Juara Pertama Seni Tari
Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik
Pemkab Sidoarjo Gelar Evaluasi Implementasi Program Smart City Tahap 2 Tahun 2024

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:34 WIB

Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:32 WIB

Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:21 WIB

Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:49 WIB

Bupati Kendal Tekankan ASN Wajib Hadir dan Responsif, Jadi Teladan di Tengah Masyarakat

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:06 WIB

KPK Turun ke Asahan, Bimtek Anti Korupsi Jadi Alarm Perbaikan Layanan Publik

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:32 WIB