JEMBER, RadarBangsa.co.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember menggelar Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula di Aula Bakesbangpol Jember, Selasa (21/7/2026). Kegiatan bertema “Generasi Muda dan Partisipasi Dalam Pembangunan Bangsa (Masa Depan Demokrasi Ada di Tanganmu)” itu ditujukan untuk membekali pelajar dengan pemahaman politik yang benar sekaligus mendorong peningkatan partisipasi demokrasi.
Peserta berasal dari SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 5, SMKN 2, dan SMKN 4 Jember. Bakesbangpol menghadirkan akademisi Universitas Jember (Unej) Prof. Agus Triyono serta anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Dr. Evi Lestari, SE., M.Si., dengan moderator anggota Bawaslu Jember, Faizal Fahreza.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Jember, Dwi Handarisasi, S.Psi., M.Si., mengatakan pendidikan politik menyasar para siswa SMA dan SMK yang akan menjadi pemilih pemula pada pemilu mendatang. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi sekaligus memperkuat Indeks Demokrasi Kabupaten Jember.
“Tujuannya tentu ada peningkatan Indeks Demokrasi untuk Kabupaten Jember. Harapannya masyarakat tidak apatis, tetapi mau menentukan pilihan dan ikut andil dalam kebijakan,” ujar Dwi Handarisasi.
Dalam sesi materi, Dr. Evi Lestari mengajak generasi muda mengubah cara pandang terhadap politik. Menurutnya, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan ruang pengabdian untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Ia menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menyongsong Indonesia Emas dengan membangun kapasitas, integritas, karakter, serta kepedulian terhadap persoalan bangsa. Karena itu, pelajar didorong untuk aktif memahami proses demokrasi sejak dini.
“Anak muda jangan menjadi generasi yang apatis terhadap keadaan bangsa hari ini dan jangan hanya menjadi penonton yang pandai mengkritik. Jadilah generasi yang berani belajar, berani bertanya, serta berani mengambil tanggung jawab dan keputusan,” tegas Evi.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari kalangan pendidik. Guru SMKN 2 Jember, Dwi Joko Santoso, menilai pendidikan politik semacam ini mampu memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada siswa mengenai demokrasi dan praktik politik di Indonesia.
“Tanggapan kami sangat positif untuk murid saya, karena di sini siswa diberi pengetahuan mengenai demokrasi dan politik yang sesungguhnya. Kadang ada rumor negatif tentang politik, ternyata itu tidak benar. Harapan kami ke depan, politik di Indonesia dapat berjalan sesuai harapan rakyat,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga pendidikan, Bakesbangpol Jember berharap pendidikan politik bagi pemilih pemula dapat terus berlanjut. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas partisipasi generasi muda dalam pemilu sekaligus memperkuat demokrasi di Kabupaten Jember.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar