Penguatan Bank Daerah Dinilai Kunci Kenaikan PAD, Bupati Lumajang Sampaikan di Forum Komisi II DPR RI

Sabtu, 24 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lumajang Indah Amperawati saat Rapat Kerja Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, Kamis (22/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Bupati Lumajang Indah Amperawati saat Rapat Kerja Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, Kamis (22/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan pentingnya penguatan peran bank daerah, khususnya Bank Jatim, sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mempercepat kemandirian fiskal pemerintah daerah. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, Kamis (22/1/2026).

Rapat kerja yang diikuti seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Timur itu membahas pengawasan serta optimalisasi peran bank daerah sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Fokus pembahasan diarahkan pada bagaimana bank daerah dapat memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi pembangunan serta perekonomian daerah.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut menilai bank daerah tidak cukup hanya berfungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan. Lebih dari itu, bank daerah harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembiayaan program-program prioritas.

“Penguatan peran bank daerah merupakan bagian penting dari upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah. Ketika PAD meningkat, ruang fiskal pemerintah daerah menjadi lebih luas untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan pembangunan yang berkeadilan,” ujar Bunda Indah.

Menurutnya, optimalisasi kontribusi Bank Jatim perlu diarahkan pada dua sasaran utama. Pertama, peningkatan dividen yang disetorkan kepada daerah sebagai pemegang saham, sehingga berdampak langsung pada PAD. Kedua, perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha lokal, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Dalam konteks Kabupaten Lumajang, Bunda Indah berharap Bank Jatim semakin aktif mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang menjadi prioritas pembangunan daerah, seperti pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Dukungan pembiayaan yang kuat dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas basis PAD secara berkelanjutan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya tata kelola BUMD yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kepercayaan publik dan kinerja keuangan yang sehat disebut sebagai prasyarat utama agar bank daerah benar-benar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Bank daerah harus dikelola secara profesional dan transparan, agar tidak hanya sehat secara bisnis, tetapi juga efektif sebagai instrumen pembangunan daerah,” tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Andi Karyono dalam sambutannya menyampaikan bahwa BUMD, khususnya bank daerah, memiliki posisi strategis dalam meningkatkan potensi pendapatan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk membiayai percepatan pembangunan di kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifkinizamy Karsayuda menjelaskan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan memastikan pemerintah daerah memiliki sistem pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan melalui optimalisasi peran BUMD. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan dapat berlangsung lebih stabil dan inklusif.

Melalui forum tersebut, Bunda Indah berharap terbangun sinergi yang semakin solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bank Jatim. Dengan bank daerah yang profesional dan berdaya saing, Lumajang optimistis mampu meningkatkan PAD sekaligus mempercepat terwujudnya pembangunan daerah yang mandiri dan berkelanjutan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 18:03

Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Berita Terbaru