LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lamongan bersama Forkopimcam Tikung meresmikan Program Lamongan Peduli Bedah Rumah (Rumah Layak Huni/RTLH) di Dusun Tlanak, Desa Botoputih, Kecamatan Tikung, Kamis (12/2/2026) pukul 10.00 WIB. Peresmian ditandai dengan doa bersama dan peninjauan rumah milik Sagi, salah satu warga penerima manfaat.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dan Baznas dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat prasejahtera. Rumah layak huni dinilai sebagai kebutuhan dasar yang berdampak langsung terhadap kesehatan, keamanan, dan produktivitas keluarga.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tikung Sujirman Sholeh, S.E., M.M., Kyai H. Lazim dari Baznas Kabupaten Lamongan, Aipda Jemy mewakili Kapolsek Tikung, Pelda Budi selaku Pjs. Koramil Tikung, Sekcam Nurasan, S.Sos., Kasi Pemerintahan Ja’far, S.E., serta Kepala Desa Botoputih Rudi Santoso.
Camat Tikung Sujirman Sholeh menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program sosial berbasis zakat ini. “Rumah yang layak bukan sekadar bangunan fisik, tetapi fondasi kesejahteraan keluarga. Kami berharap program ini mampu memberikan rasa aman dan meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat,” ujarnya.
Kepala Desa Botoputih Rudi Santoso menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah rumah tidak layak huni di wilayahnya. Ia berharap program bedah rumah dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. “Kami siap mendukung pendataan agar bantuan tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Kyai H. Lazim menjelaskan bahwa Baznas Pusat menargetkan alokasi dana sebesar Rp13,4 miliar untuk Baznas Kabupaten Lamongan. Dana tersebut, sesuai arahan Bupati Lamongan, diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu, termasuk melalui program RTLH, bantuan pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.
“Zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk program yang terukur dan berdampak. Bedah rumah ini salah satu prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar,” kata Lazim.
Rangkaian kegiatan peresmian meliputi pembukaan, sambutan dari Kepala Desa Botoputih, Camat Tikung, dan perwakilan Baznas, dilanjutkan doa serta penutup. Kehadiran unsur kepolisian dan TNI dalam Forkopimcam menunjukkan komitmen pengawasan serta dukungan terhadap pelaksanaan program agar berjalan transparan dan akuntabel.
Secara konteks, persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Lamongan. Intervensi berbasis kolaborasi antara pemerintah daerah, Baznas, dan aparatur kecamatan diharapkan mempercepat penanganan RTLH sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan.
Dengan dimulainya program di Kecamatan Tikung, Baznas Lamongan menargetkan perluasan manfaat ke desa-desa lain sesuai skala prioritas. “Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dititipkan masyarakat melalui Baznas benar-benar memberikan manfaat nyata. Sinergi ini akan terus kami perkuat,” pungkas Kyai H. Lazim.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








