Pria Diduga ODGJ di Cianjur Selamat Setelah Loncat dari Jembatan Citarum, Alami Patah Tulang

- Redaksi

Rabu, 19 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan dan tenaga kesehatan (Nakes) evakuasi seorang ODGJ yang loncat dari jembatan Citarum. (Dok Foto : Polsek Bojongpicung, Polres Cianjur)

Petugas gabungan dan tenaga kesehatan (Nakes) evakuasi seorang ODGJ yang loncat dari jembatan Citarum. (Dok Foto : Polsek Bojongpicung, Polres Cianjur)

CIANJUR, RadarBangsa.co.id – Seorang pria  yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) menggegerkan warga dengan mencoba bunuh diri dengan melompat dari jembatan Citarum yang menghubungkan Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa (18/6/2024) kemarin.

Menurut informasi yang diterima oleh media, ODGJ tersebut tidak terjatuh ke dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, melainkan tersangkut di pohon yang berada di bawah jembatan.

Kapolsek Bojongpicung AKP Eriyanto menyatakan bahwa beruntung ODGJ tersebut masih hidup meskipun mengalami patah tulang karena ketinggian jembatan yang cukup tinggi.

“Kami bersama warga setempat dan petugas gabungan langsung mengevakuasi korban setelah menerima informasi tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan dengan bantuan warga menggunakan perahu nelayan untuk membawa korban ke tempat yang lebih aman.

“Setelah itu, ODGJ tersebut dibawa ke puskesmas Haurwangi untuk mendapatkan perawatan,” ujar Kapolsek Bojongpicung.

Ia menambahkan bahwa korban, yang diperkirakan berusia sekitar 45 tahun, akan dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur untuk penanganan lebih lanjut setelah mendapatkan pemeriksaan di puskesmas.

“Kami tidak menemukan identitas korban dari hasil penyelidikan sementara,” ungkapnya.

Kapolsek Bojongpicung juga menyampaikan bahwa menurut keterangan warga setempat, korban sering terlihat meminta makanan di warung sekitar jembatan Citarum, menunjukkan bahwa korban memang ODGJ.

“Saat ini korban telah mendapatkan penanganan dan direncanakan akan dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutupnya.

Lainnya:

Berita Terkait

Medsos Dibatasi Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak Digital
Gebrak Rutilahu Diluncurkan, Wali Kota Lubuk Linggau Kejar Perbaikan 255 Rumah
DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
Jalan Rusak Kencong Disorot, Bupati Jember Turun Tangan Kejar Perbaikan
2.956 Jamaah Haji Dilepas, Bupati Jember Ingatkan Ancaman Fisik di Tanah Suci
Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:25 WIB

Medsos Dibatasi Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak Digital

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:11 WIB

Gebrak Rutilahu Diluncurkan, Wali Kota Lubuk Linggau Kejar Perbaikan 255 Rumah

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:32 WIB

DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:06 WIB

Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:00 WIB

Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober

Berita Terbaru

Menkomdigi Meutya Hafid saat dialog dengan pelajar di Lombok Tengah, Selasa (5/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pemerintahan

Medsos Dibatasi Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak Digital

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:25 WIB