Prioritaskan Data By Name By Addres Tepis Isue di Masyarakat

- Redaksi

Jumat, 8 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di gedung DPRD Bupati Bojonegoro Anna Mu'awannah Bersama komisi C DPRD Bojonegoro Bersinergi Rencanakan percepatan penurunan kemiskinan di Bojonegoro (Dok Foto IST)

Di gedung DPRD Bupati Bojonegoro Anna Mu'awannah Bersama komisi C DPRD Bojonegoro Bersinergi Rencanakan percepatan penurunan kemiskinan di Bojonegoro (Dok Foto IST)

BOJONEGORO, RadarBangsa.co.id – Program pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bojonegoro terus dimatangkan. Hal ini ditunjukkan dengan sinergitas Pemerintah Bojonegoro dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam sinkronisasi data angka kemiskinan ekstrem.

Rapat sinkronisasi data angka kemiskinan diselenggarakan di Gedung DPRD Bojonegoro, Kamis (7/7/2022). Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bojonegoro Anna Mu’awannah, Asisten Pemerintah Bojonegoro, Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkait, Pimpinan DPRD Bojonegoro serta Komisi C DPRD.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awannah menegaskan, tidak ada perubahan data di masyarakat setelah muncul angka kemiskinan di Bojonegoro oleh Badan Statistik Nasional (BPN).

Bahkan, pendataan mandiri yang dilaksanakan mulai Januari 2022 berdasarkan nama dan alamat untuk identifikasi kesesuaian program kegiatan intervensi dengan strategi pengentasan kemiskinan.

“BPS merupakan lembaga independen milik pemerintah, adanya pendataan mandiri yang dilakukan Pemkab Bojonegoro justru meluruskan stigma yang tidak benar di masyarakat,”tegasnya.

Dimana, lanjut Bupati Anna, pendataan yang dilakukan BPN adalah secara random. Sehingga dengan data yang berbasis nama dan alamat bisa lebih tepat dalam memberikan program pengentasan kemiskinan.

“Sebagai kepala daerah, saya mendapat tugas melaksanakan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, menetapkan data sasaran, menetapkan program dan kegiatan pada RKPD dan memfasilitasi penyediaan lahan perumahan bagi penerima manfaat,” tandasnya.

Baca Juga  Gubernur Khofifah Serahkan 100 Apresiasi Seniman dan 46 Sertifikat WBTB 2025 di Festival Takjil Ramadhan

Bupati Anna menjelaskan bahwa Pemkab Bojonegoro telah melakukan serangkaian program prioritas yang mendukung penanganan kemiskinan ekstrem. Yakni yang bersifat meringankan beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan maupun meningkatkan konektivitas antar wilayah dengan alokasi anggaran Rp 1,144 triliun.

Dia menjelaskan, program untuk mengurangi beban pengeluaran diantaranya
Beasiswa scientist dengan alokasi untuk 581 mahasiswa, Beasiswa dua sarjana per desa untuk 1.803 mahasiswa; Beasiswa penyelesaian tugas akhir untuk 2.000 mahasiswa; DAK MA untuk 56 lembaga/ 8.581 siswa, Santunan duka untuk 7.500 jiwa
UHC/ sharing JKN untuk 477.755 jiwa, BPNT Daerah untuk 6.123 KPM, Bansos asistensi penyandang disabilitas untuk 200 orang, Bansos anak yatim dan anak terlantar non panti untuk 7.288 anak, Bantuan untuk orang sakit menahun dengan sasaran 1.000 orang, Rantang Kasihmoe (bantuan permakanan lansia miskin) untuk 3.630 lansia
Perbaikan atap, lantai dan dinding (Aladin) untuk 6.000 unit, Penyediaan air bersih, Pembangunan jamban sehat (ODF) untuk 3.605 rumah tangga sasaran.

Sedangkan untuk meningkatkan pendapatan Program Petani Mandiri (PPM) untuk sasaran 561 Poktan, Bantuan stimulan BUMDES untuk 15 BUMDes, Program 100.000 lapangan kerja baru untuk Pelatihan kerja 80 orang, job fair 200 orang, pelatihan kewirausahaan 40 orang

Baca Juga  Jalankan Instruksi Presiden RI, Polres Bojonegoro Kampanye Masker

“Meningkatkan konektivitas antar wilayah, BKD jalan poros desa untuk 154 desa
PJU lintas kecamatan,”tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bojonegoro Abdullah Umar menyampaikan, sebagai lembaga legislatif, pihaknya mengapresiasi langkah maupun program yang dilakukan Pemkab dalam percepatan penanganan kemiskinan ekstrem di Bojonegoro.

Meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro merilis data angka kemiskinan di Bojonegoro mengalami peningkatan, sangat penting untuk mensikronisasi data tersebut.

“Mari kita mencari solusi bersama dalam untuk mengatasi permasalahan yang menghambat percepatan penanganan angka kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Dia menambahkan dengan berbagai program yang telah disiapkan dan dilakukan oleh Pemkab, diharapkan angka kemiskinan di Bojonegoro semakin menurun.

Baca Juga:

Berita Terkait

Audiensi di Grahadi, Gubernur Khofifah Ajak Perhutani Perkuat Fungsi Hutan dan Mitigasi Bencana
Sinergi TNI dan Lapas Diperkuat di Semarang, Fokus Antisipasi Gangguan Kamtib
Gubernur Khofifah – BNPB Siaga Kekeringan Jatim 2026, Puncak Diprediksi Agustus Mendatang
Lombok Jadi Tuan Rumah Rakornas BPR Syariah 2026, Gubernur Iqbal Dorong UMKM Lokal Naik Kelas
Perda Masyarakat Adat Jadi Sorotan di Jatim, Lia Istifhama Apresiasi Langkah Khofifah Indar Parawansa Lindungi Suku Tengger
Bupati Bangkalan Lukman Hakim Dorong ASN Hemat Energi, dari Naik Trans Jatim hingga Berangkat Bareng
WFH ASN Bangkalan Diselaraskan Jatim Mulai April 2026, Bupati Lukman: Jangan Ganggu Layanan Publik
Bupati Bangkalan Lukman Hakim Ajak Warga Hemat Energi Saat Situasi Global Tak Menentu
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:10 WIB

Audiensi di Grahadi, Gubernur Khofifah Ajak Perhutani Perkuat Fungsi Hutan dan Mitigasi Bencana

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:54 WIB

Sinergi TNI dan Lapas Diperkuat di Semarang, Fokus Antisipasi Gangguan Kamtib

Sabtu, 28 Maret 2026 - 10:04 WIB

Gubernur Khofifah – BNPB Siaga Kekeringan Jatim 2026, Puncak Diprediksi Agustus Mendatang

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:36 WIB

Lombok Jadi Tuan Rumah Rakornas BPR Syariah 2026, Gubernur Iqbal Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:59 WIB

Perda Masyarakat Adat Jadi Sorotan di Jatim, Lia Istifhama Apresiasi Langkah Khofifah Indar Parawansa Lindungi Suku Tengger

Berita Terbaru