SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan kolaborasi dengan Perum Perhutani dalam pengelolaan kawasan hutan berkelanjutan di Jawa Timur. Ajakan ini disampaikan saat menerima audiensi Direktur Utama Perhutani, Tio Handoko, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (25/3) malam.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga fungsi hutan dari sisi ekologis, ekonomi, hingga sosial di tengah meningkatnya tekanan terhadap kawasan hutan.
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menegaskan bahwa kawasan hutan memiliki peran strategis sebagai penyangga kehidupan. Selain menjaga keseimbangan lingkungan, hutan juga berfungsi sebagai mitigasi bencana dan penopang kesejahteraan masyarakat sekitar.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Jatim mendorong optimalisasi penanaman pohon aren di sekitar permukiman dan wilayah aktivitas masyarakat. Tanaman ini dinilai efektif dalam mengurangi risiko longsor, terutama di kawasan rawan bencana.
Khofifah menjelaskan, pohon aren memiliki akar tunjang yang kuat dan mampu memperkokoh struktur tanah. Selain itu, tanaman ini juga memberikan nilai ekonomi melalui pemanfaatan nira dan produk turunannya.
“Kami ingin memastikan pengelolaan kawasan hutan di Jawa Timur berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar program pelestarian lingkungan berjalan efektif. “Ini solusi yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perhutani Tio Handoko menyatakan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan Pemprov Jatim. Menurutnya, pengelolaan hutan membutuhkan dukungan lintas sektor agar adaptif terhadap berbagai tantangan.
Kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendukung berbagai program lingkungan, termasuk festival mangrove yang rutin digelar Pemprov Jatim. Program tersebut menjadi bagian dari upaya konservasi sekaligus peningkatan kesadaran publik terhadap pentingnya lingkungan.
Penguatan pengelolaan hutan berkelanjutan dinilai sejalan dengan target pembangunan hijau dan komitmen nasional menuju Net Zero Emission 2060. Keterlibatan Perhutani diharapkan mampu mempercepat rehabilitasi kawasan hutan secara lebih terstruktur.
“Lingkungan yang lestari adalah prasyarat pembangunan hijau dan pencapaian target Net Zero Emission 2060,” tegas Khofifah, menutup audiensi tersebut.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar