BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu (1/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ipuk mengajak masyarakat memahami sejarah sekaligus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB itu diikuti ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Korpri, mahasiswa dan pelajar. Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono serta jajaran Forkopimda turut hadir.
Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, Dandim 0825 Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, Danlanal Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, Sekretaris Daerah Suyanto Waspo Tondo, para veteran, tokoh masyarakat, dan jajaran OPD Kabupaten Banyuwangi.
Dalam upacara tersebut, Ipuk bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan Kapten Arm Edy Tri Santoso menjadi komandan upacara.
Usai menerima laporan dari komandan upacara, Ipuk memimpin sesi mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi.
“Untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa mengheningkan cipta dimulai,” kata Ipuk.
Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh Ipuk yang diikuti seluruh peserta dan tamu undangan. Setelah itu, petugas membacakan Pembukaan UUD 1945 dan Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara membacakan Naskah Ikrar.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap para pahlawan revolusi, foto-foto enam Pahlawan Revolusi juga dipajang di lokasi upacara. Mereka adalah Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani, Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Raden Suprapto, Kapten Czi (Anumerta) Pierre Andreas Tendean, Kolonel (Anumerta) Sugiyono Mangunwiyoto, Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Mas Tirtodarmo Haryono, dan Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Siswondo Parman.
Pemajangan foto tersebut menjadi bagian dari penghormatan untuk mengenang jasa para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam mempertahankan ideologi Pancasila.
“Para Pahlawan Revolusi yang gugur itu demi mempertahankan ideologi Pancasila melawan gerakan Partai Komunis Indonesia. Ini harus kita hargai dan menjadi pegangan kita. Bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa yang wajib kita pertahankan,” kata Ipuk usai upacara.
Menurut Ipuk, Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi momentum untuk mengingat sejarah. Peringatan tersebut juga menjadi simbol ketahanan dan persatuan bangsa Indonesia.
Karena itu, masyarakat diajak terus belajar dari sejarah masa lalu, memperkuat rasa nasionalisme, serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan ini harus kita maknai dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar