PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyiapkan anggaran melalui skema Bantuan Tidak Terduga (BTT) untuk memulihkan Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, setelah kebakaran hebat pada Sabtu (26/9/2026).
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo memastikan dukungan anggaran tersebut diarahkan untuk pembangunan kembali lapak pedagang secara semi permanen. Langkah itu menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi warga yang terdampak kebakaran.
Kepastian tersebut disampaikan setelah Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Pengelola Pasar Desa Kepulungan melakukan audiensi dengan Bupati Rusdi Sutejo dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat di Kantor Bupati Pasuruan, Kamis (1/10/2026).
Pengelola Pasar Desa Kepulungan, Supaat, mengatakan komitmen Pemkab Pasuruan memberikan harapan bagi para pedagang. Namun, sebelum pembangunan dimulai, area pasar harus terlebih dahulu dibersihkan dari puing sisa kebakaran.
“Alhamdulillah, Bapak Bupati menyatakan kesiapannya untuk membantu melalui BTT. Langkah awal adalah pembersihan lahan, kemudian dinas terkait dari Pemkab Pasuruan akan turun ke lapangan untuk melakukan asesmen bangunan,” ujar Supaat seusai pertemuan.
Asesmen teknis diperlukan untuk menentukan kelayakan struktur bangunan sekaligus mematangkan konsep pembangunan. Menurut Supaat, pembangunan lapak semi permanen menjadi salah satu opsi agar pedagang dapat kembali beraktivitas lebih cepat.
Selain mengalokasikan BTT, Pemkab Pasuruan juga mengupayakan dukungan dari pihak eksternal melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta di wilayah sekitar.
Supaat mengatakan percepatan diperlukan karena musim hujan akan segera tiba. Karena itu, proses pembersihan dan asesmen diharapkan dapat berjalan sesuai rencana sehingga pembangunan fisik bisa segera dimulai.
“Bupati meminta proses ini dikebut karena sebentar lagi memasuki musim hujan. Kami berharap tahapan pembersihan dan asesmen berjalan lancar agar pembangunan fisik bisa langsung dimulai,” imbuh Supaat.
Sebagai tahap awal, kerja bakti massal yang melibatkan pedagang dan komunitas relawan dijadwalkan pada Minggu (4/10/2026). Sehari berikutnya, Senin (5/10/2026), armada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan akan dikerahkan untuk mengangkut seluruh sisa material kebakaran.
Rangkaian langkah tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan Pasar Desa Kepulungan setelah kebakaran, dengan pembersihan lokasi dan asesmen bangunan ditempatkan sebagai tahapan awal sebelum pembangunan fisik.
Penulis : Ahmad
Editor : Zainul Arifin


















Komentar