Produksi Padi Lamongan Tembus 904 Ribu Ton, Raih Terbaik 1 Wilwatikta Awards 2026

Minggu, 1 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Kabupaten Lamongan mencatat produksi padi sebesar 904,93 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG) sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat 16,57 persen dibandingkan produksi 2024 yang mencapai 776,29 ribu ton.

Capaian itu mengantarkan Lamongan menempati peringkat pertama produksi GKG di Jawa Timur. Atas kinerja tersebut, Lamongan meraih Wilwatikta Awards 2026 sebagai Terbaik 1 Kategori Kedaulatan Pangan (Komoditas Beras), Jumat (30/10).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan peningkatan luas tanam padi di Lamongan. Pada 2025, luas tanam mencapai 153,38 ribu hektare, bertambah 22,71 ribu hektare atau 17,38 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 130,67 ribu hektare.

Selain peningkatan produksi dan luas tanam, Lamongan juga melampaui target nasional Luas Tambah Tanam (LTT) 2025. Dari target 192.373 hektare, realisasinya mencapai 192.430 hektare.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan kebanggaannya atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang terlibat dalam sektor pertanian.

“Alhamdulillah, ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus pengakuan atas komitmen dan kerja keras seluruh elemen, mulai dari petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, hingga seluruh perangkat daerah yang selama ini bersinergi dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan,” ujarnya.

Yuhronur mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat sektor pertanian dan menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Ini merupakan motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sektor pertanian dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kedaulatan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga kesejahteraan petani dan masa depan generasi mendatang.

“Bagi kami, kedaulatan pangan bukan hanya tentang ketersediaan pangan, tetapi juga tentang kesejahteraan petani dan masa depan generasi mendatang,” tutur Yuhronur.

Peningkatan luas tanam dinilai turut membuka peluang pemanfaatan lahan tidur dan kesempatan kerja baru di wilayah pertanian. Bertambahnya area tanam juga berpotensi meningkatkan volume produksi pangan serta nilai ekonomi lahan.

Penghargaan Wilwatikta Awards 2026 diberikan sebagai apresiasi atas kerja keras, inovasi, dan komitmen para pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat UMKM, meningkatkan ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

1.926 Atlet Turun di Bupati Cup 2026, Jember Bangkitkan Atletik
Arum Sabil Bantu Ibu Sunani, Rumah Berdinding Bambu Jadi Perhatian
Warga Jember Patungan Pasang Jaring di Gladak Cakol, Cegah Sampah ke Sungai
Pasar Murah Khofifah di Jombang, Beras SPHP Rp11 Ribu per Kg
Khofifah Dorong Dakwah Digital, 80 Persen Masyarakat Cari Referensi Agama Online
Pemeriksaan Haji di RSUD Mataram Turun 80 Persen, Baru 41 Jemaah Jalani MCU
Hortikultura Dinilai Bisa Jadi Peluang Baru bagi Petani Lamongan
KLB IA UPN Veteran Jatim Cabut Mandat Ketua Umum, Seluruh Ketua IA Fakultas Ambil Alih Kepemimpinan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 21:47

Produksi Padi Lamongan Tembus 904 Ribu Ton, Raih Terbaik 1 Wilwatikta Awards 2026

Minggu, 1 November 2026 - 21:33

1.926 Atlet Turun di Bupati Cup 2026, Jember Bangkitkan Atletik

Minggu, 1 November 2026 - 21:27

Arum Sabil Bantu Ibu Sunani, Rumah Berdinding Bambu Jadi Perhatian

Minggu, 1 November 2026 - 20:45

Pasar Murah Khofifah di Jombang, Beras SPHP Rp11 Ribu per Kg

Minggu, 1 November 2026 - 20:38

Khofifah Dorong Dakwah Digital, 80 Persen Masyarakat Cari Referensi Agama Online

Berita Terbaru