SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Kongres Luar Biasa (KLB) Ikatan Alumni Universitas Pembangunan Nasional (IA UPN) Veteran Jawa Timur memutuskan pencabutan mandat Ketua Umum periode 2023–2027. Organisasi kini dijalankan secara kolektif-kolegial oleh seluruh Ketua Ikatan Alumni (IA) Fakultas hingga terpilihnya Ketua Umum definitif pada Juni 2027.
Keputusan tersebut dihasilkan dalam KLB yang berlangsung di Gedung Wismaya 1, Ruang Warsito, Surabaya, Jumat (30/10/2026). Forum memberikan mandat kepada seluruh Ketua IA Fakultas untuk menjalankan organisasi dengan koordinator Ketua IA Fakultas Pertanian.
KLB ini menjadi titik awal konsolidasi organisasi setelah muncul berbagai keberatan terhadap kepemimpinan sebelumnya. Para Ketua IA Fakultas telah menyampaikan mosi tidak percaya tertanggal 22 Oktober 2026 yang memuat sejumlah persoalan terkait tata kelola dan arah organisasi.
Wakil Pimpinan Sidang KLB sekaligus Ketua IA Fakultas Arsitektur dan Desain (IA FAD), Diyan Lesmana, mengatakan forum tersebut merupakan upaya koreksi kelembagaan agar organisasi kembali berjalan sesuai prinsip yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Organisasi alumni pada hakikatnya merupakan wadah sosial yang berlandaskan kekeluargaan, berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat dan almamater, serta harus senantiasa terbebas dari keterikatan dan kepentingan partai maupun golongan politik tertentu,” ujar Diyan.
Ia menjelaskan, sejumlah persoalan yang melatarbelakangi KLB antara lain dugaan penyimpangan prinsip independensi organisasi sebagaimana diatur dalam BAB II Pasal 6 AD/ART, pelaksanaan program kerja yang dinilai belum optimal, serta pola kepemimpinan yang dianggap otoriter dan familial.
Keberatan lainnya menyangkut dugaan politisasi organisasi melalui dukungan terhadap salah satu calon Gubernur Jawa Timur. Persoalan prosedur, tata kelola, dan etika dalam penyelenggaraan Kongres Nasional juga menjadi bagian dari mosi tidak percaya tersebut.
Menurut Diyan, persoalan yang muncul perlu diselesaikan dalam kerangka kelembagaan dan tidak semata-mata dipandang sebagai persoalan personal.
Dalam persidangan, para delegasi IA Fakultas diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, kritik, argumentasi, dan masukan. Rangkaian KLB mencakup penetapan Presidium Sidang, pembahasan tata tertib, hingga pengambilan keputusan berdasarkan mekanisme persidangan.
“Perbedaan pandangan yang muncul justru merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat, selama disampaikan dengan argumentasi, etika, dan orientasi pada kepentingan bersama,” jelasnya.
Seluruh keputusan KLB dituangkan dalam berita acara dan ditandatangani presidium serta ketua delegasi masing-masing IA Fakultas UPN Veteran Jawa Timur.
Diyan menegaskan, KLB belum membahas pemilihan Ketua Umum definitif. Forum lebih berfokus pada penyelesaian persoalan mendasar organisasi dan penyiapan mekanisme transisi kepemimpinan.
Tahapan regenerasi direncanakan melalui penjaringan kandidat selama tiga bulan, kemudian dilanjutkan persiapan kongres pemilihan dalam tiga bulan berikutnya. Pemilihan Ketua Umum definitif ditargetkan berlangsung pada Juni 2027.
“Kepemimpinan kolektif-kolegial ini bukan sekadar mekanisme pengganti kepemimpinan sebelumnya, melainkan ruang konsolidasi dan pembenahan organisasi agar proses regenerasi kepemimpinan berjalan secara demokratis, transparan, dan bertanggung jawab hingga terpilihnya Ketua Umum definitif pada Juni 2027,” tegas Diyan.
Wakil Rektor III UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Dr. Drs. Lukman Arif, M.Si., menyambut keputusan yang dihasilkan melalui KLB. Ia berharap proses pergantian kepengurusan selanjutnya berlangsung lancar dan kondusif.
“Alhamdulillah, KLB sudah menghasilkan keputusan. Semoga saat pergantian pengurus nanti semuanya bisa berjalan dengan baik, lancar, dan aman,” ungkap Lukman.
Delegasi IA Fakultas Teknik dan Sains, Elmi Sumiyarsono, juga mengapresiasi pelaksanaan kongres. Ia menilai KLB berjalan lancar dan menjadi momentum penting untuk menegakkan kembali marwah organisasi.
“Melalui komitmen bersama yang dilahirkan dalam kongres ini, organisasi siap melangkah maju menjadi lebih baik, berintegritas, dan dijalankan secara profesional,” ujarnya.
Sementara itu, delegasi IA Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Taufik Maulana, menilai persidangan berlangsung demokratis dan kondusif. Menurutnya, forum telah memberikan kesempatan kepada delegasi untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan bagi keberlanjutan organisasi.
“Jangan mencari hidup di Ikatan Alumni, tetapi hidupilah Ikatan Alumni UPN Veteran Jawa Timur sehingga bermanfaat bagi para alumni,” tegas Taufik.
Diyan berharap hasil KLB menjadi momentum pembaruan agar IA UPN Veteran Jawa Timur kembali menjadi rumah bersama seluruh alumni, tanpa sekat fakultas, angkatan, profesi, maupun afiliasi politik.
“Kritik hendaknya tidak dimaknai sebagai permusuhan, perbedaan pandangan tidak harus berakhir dengan perpecahan, dan kepemimpinan harus dipahami sebagai amanah pengabdian, bukan legitimasi untuk mendominasi,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar