Program MBG Lamongan Disorot, 13 Siswa Diduga Keracunan

Rabu, 17 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Humas dan Pemasaran RSI Nasrul Ummah Lamongan, Irmayanti, memberikan keterangan kepada wartawan usai observasi terhadap siswa SMAN 2 Lamongan yang diduga keracunan makanan program MBG (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kepala Humas dan Pemasaran RSI Nasrul Ummah Lamongan, Irmayanti, memberikan keterangan kepada wartawan usai observasi terhadap siswa SMAN 2 Lamongan yang diduga keracunan makanan program MBG (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 13 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Lamongan diduga mengalami keracunan makanan setelah mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah daerah. Hingga Rabu (17/9/2025) malam, sembilan di antaranya masih menjalani observasi intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Nasrul Ummah Lamongan.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah siswa mengeluhkan mual, pusing, dan muntah usai menyantap hidangan yang disediakan dari program MBG di sekolah. Pihak rumah sakit memastikan seluruh siswa yang dirawat memiliki gejala serupa yang mengarah pada keracunan makanan.

“Kami menerima 13 siswa dari SMAN 2 Lamongan dengan indikasi keracunan makanan. Saat ini sembilan orang masih dalam observasi dan dua di antaranya kemungkinan memerlukan perawatan lebih lanjut,” ujar Kepala Humas dan Pemasaran RSI Nasrul Ummah, Irmayanti, saat dikonfirmasi.

Dari total korban, empat siswa dinyatakan cukup stabil dan diperbolehkan pulang dengan anjuran rawat jalan. Sementara sisanya masih berada di ruang perawatan untuk menjalani pemantauan medis.

“Yang sudah pulang kami bekali obat dan arahan agar tetap melakukan kontrol kesehatan. Sementara yang dirawat, kondisinya cukup baik, tapi masih perlu pengawasan dokter,” jelas Irmayanti.

Peristiwa ini mendapat perhatian dari pihak pengelola program MBG. Menurut Irmayanti, perwakilan program sudah datang ke rumah sakit untuk menjenguk para siswa. Kehadiran mereka diharapkan menjadi langkah awal dalam mencari penyebab sekaligus tindak lanjut dari kasus tersebut.

“Sudah ada pihak MBG yang datang. Kami berharap akan ada langkah lanjutan agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru