Puncak HGN 2025 Mendadak Haru Saat Khofifah Bertemu Guru Lamanya

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen haru Gubernur Jatim Khofifah saat dipertemukan kembali dengan guru lamanya di Puncak HGN 2025. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Momen haru Gubernur Jatim Khofifah saat dipertemukan kembali dengan guru lamanya di Puncak HGN 2025. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Agenda Puncak Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dan Hari Aksara Internasional (HAI) 2025 di Grand City Surabaya, Senin (1/12), semula diperkirakan berlangsung formal seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun suasana berubah mengharukan ketika Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tiba-tiba disambut dua guru yang pernah membimbingnya semasa sekolah. Hadirin yang memenuhi gedung tertegun melihat Gubernur Jatim itu tampak menahan tangis, sebelum akhirnya air matanya pecah di atas panggung.

Momen emosional itu terjadi ketika panitia mengundang KH Abdul Choliq Nur, guru Khofifah saat SD di Taquma, serta Dra. Hj. Mahmudah, guru SMA Khadijah. Keduanya berjalan pelan ke atas panggung sambil disambut tepuk tangan ribuan peserta.

Melihat dua sosok yang membentuk karakter pendidikannya, Khofifah langsung menghampiri mereka. “Saya tidak pernah menyangka bisa bertemu kembali dalam momen sebesar ini,” ujarnya sambil menyeka air mata. “Mereka bukan hanya guru saya, tetapi pembimbing hidup saya.”

Dalam sambutannya, Khofifah mengakui bahwa perjalanan panjangnya di dunia birokrasi dan politik tidak lepas dari pengaruh para gurunya. “Mereka menanamkan keberanian untuk melangkah. Tugas guru itu tidak pernah selesai, karena jejaknya melekat kuat dalam diri murid,” tuturnya.

Acara puncak HGN dan HAI tahun ini menghadirkan ribuan guru dari seluruh pelosok Jawa Timur. Tak hanya sebagai peringatan simbolis, gelaran tersebut dirancang sebagai momentum evaluasi sekaligus apresiasi terhadap kontribusi para guru yang selama ini menjadi pilar utama pendidikan.

Khofifah menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh guru yang hadir. Ia menekankan bahwa pendidikan berkualitas tidak mungkin terwujud tanpa dedikasi para pendidik. “Guru adalah penggerak masa depan. Mereka membentuk karakter, membuka pintu peluang, dan memelihara harapan,” ujarnya.

Pemprov Jatim mencatat sebanyak 345.454 guru aktif mengajar di Jawa Timur mulai SD hingga SMK. Jumlah itu, kata Khofifah, merupakan sumber kekuatan besar bagi transformasi pendidikan Jatim.

Di tengah persaingan global yang semakin ketat, sejumlah capaian pendidikan Jatim tahun 2025 menjadi bukti kerja keras guru. Provinsi ini meraih juara umum di O2SN dan FLS2N 2025, unggul dalam LKS SMK 2025, FIKSI Nasional 2025, serta OPSI Nasional 2025. Selain itu, Jatim mempertahankan rekor penerimaan SNBP terbanyak nasional selama enam tahun berturut-turut.

“Ini bukan capaian instansi. Ini capaian ekosistem yang digerakkan guru,” kata Khofifah.

Pemprov Jatim mengalokasikan Rp9,9 triliun atau 32,8% dari APBD 2025 untuk sektor pendidikan. Anggaran tersebut diarahkan untuk peningkatan kompetensi guru, pelatihan digital, inovasi pembelajaran, hingga pemerataan akses sekolah.

Selain itu, pemerintah memberi penghargaan kepada enam guru inspiratif dari daerah 3T, masing-masing menerima dana kesejahteraan Rp5 juta. Ada pula penghargaan untuk 13 GTK nasional terbaik dan apresiasi kepada dua kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap peningkatan pendidikan: Wali Kota Malang dan Bupati Gresik.

Komitmen peningkatan kesejahteraan guru juga diwujudkan melalui program bedah rumah bagi 20 guru dengan bantuan senilai Rp20–25 juta. “Ini upaya kami memastikan guru bisa mengajar dengan nyaman dan layak,” ujar Khofifah.

Puncak peringatan juga menghadirkan pasar murah khusus guru, menawarkan kebutuhan pokok dengan harga rendah. Program ini disambut antusias peserta dari berbagai daerah.

Dalam penutupannya, Khofifah kembali menegaskan peran guru sebagai penentu arah masa depan generasi muda. “Setiap prestasi siswa berawal dari guru yang dengan sabar mendampinginya. Teruslah menjadi penjaga cahaya bagi masa depan anak-anak Jatim,” tuturnya.

Tidak ketinggalan, lagu “Mars Guru” ciptaan Khofifah dilantunkan untuk pertama kalinya oleh paduan suara SMAN 1 Blitar, menambah suasana syahdu di akhir acara.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menilai perhatian Gubernur Khofifah terhadap guru sangat luar biasa. Menurutnya, kebijakan yang digulirkan pemerintah provinsi memberi dampak langsung pada kualitas pendidikan.

“Guru yang dihargai akan mengajar dengan lebih baik. Dan itu kami rasakan dalam berbagai prestasi yang diraih Jatim,” ujarnya.

Ia berharap perhatian terhadap dunia pendidikan akan terus berlanjut, terutama dalam menyediakan ruang inovasi dan peningkatan kompetensi guru.

“Jika guru terus diperkuat, maka masa depan Jawa Timur akan semakin cerah,” tegasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Jatim Ngacir Saat Ekonomi Global Gonjang-Ganjing, Khofifah Bongkar Mesin Uang Baru Penggerak Daerah
BNN Bongkar Ancaman Narkoba di Pasuruan, Anak SD hingga Lansia Kini Jadi Target Peredaran
72 Pemuda Pasuruan Dilantik Jadi Garda Anti Narkoba, Mas Rusdi: Jangan Cuma Seremoni
Mas Rusdi Soroti Akses Pendidikan Anak Miskin Saat Santunan Yatim di Pabrik Air Mineral Pasuruan
Antrean Haji Sidoarjo Tembus 29 Tahun, 1.133 Jamaah Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci
Bupati Musi Rawas Lepas 103 Calon Haji, Kesehatan dan Pelayanan Jamaah Jadi Sorotan
Anggota DPD RI Lia Istifhama Soroti Hambatan SLIK, Dorong Bank Mandiri Permudah Kredit UMKM Pemula
Kredit UMKM Masih Sulit Cair, Anggota DPD RI Lia Istifhama Sentil Sistem SLIK OJK yang Bikin Pedagang Menjerit

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:36 WIB

Jatim Ngacir Saat Ekonomi Global Gonjang-Ganjing, Khofifah Bongkar Mesin Uang Baru Penggerak Daerah

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:47 WIB

72 Pemuda Pasuruan Dilantik Jadi Garda Anti Narkoba, Mas Rusdi: Jangan Cuma Seremoni

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:41 WIB

Mas Rusdi Soroti Akses Pendidikan Anak Miskin Saat Santunan Yatim di Pabrik Air Mineral Pasuruan

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:12 WIB

Antrean Haji Sidoarjo Tembus 29 Tahun, 1.133 Jamaah Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:03 WIB

Bupati Musi Rawas Lepas 103 Calon Haji, Kesehatan dan Pelayanan Jamaah Jadi Sorotan

Berita Terbaru