Ratusan Warga Kepung Jalan Rusak, Bupati Asahan Turun Tangan Desak Perbaikan Jalur Vital Ekonomi

Jumat, 8 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar menemui massa aksi terkait jalan rusak di Buntu Pane, Kamis, 7 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar menemui massa aksi terkait jalan rusak di Buntu Pane, Kamis, 7 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

ASAHAN, RadarBangsa.co.id — Ratusan warga Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, turun ke jalan menuntut perbaikan infrastruktur yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Aksi yang berlangsung di Jalan Besar Sei Silau Timur, Kamis (7/5/2026), memaksa Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar turun langsung menemui massa untuk meredam gejolak warga.

Didampingi Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, Bupati mendengar langsung keluhan masyarakat yang selama bertahun-tahun harus berjibaku dengan kondisi jalan rusak, berlubang, berdebu, dan rawan kecelakaan.

Koordinator aksi, Maulana Annur, menegaskan kerusakan jalan bukan lagi sekadar persoalan infrastruktur, tetapi sudah berdampak serius pada keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Sudah terlalu lama jalan ini rusak. Banyak pengendara jatuh, aktivitas terganggu, distribusi hasil pertanian tersendat, dan debu jalan mengganggu kesehatan warga,” tegas Maulana dalam orasinya.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Asahan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera turun tangan memperbaiki akses utama yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat.

Menanggapi tuntutan itu, Bupati Asahan menjelaskan status jalan tersebut merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Asahan dengan Kabupaten Simalungun, sehingga kewenangan perbaikannya berada di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Meski begitu, Taufik memastikan aspirasi warga akan segera diteruskan sebagai bentuk tekanan politik agar perbaikan diprioritaskan.

“Kami akan segera menyampaikan keluhan masyarakat kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar perbaikan jalan ini bisa segera direalisasikan,” ujar Taufik.

Menurutnya, kondisi jalan rusak berdampak langsung pada distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga. Jika akses ini diperbaiki, mobilitas masyarakat akan lebih lancar, biaya distribusi lebih murah, dan risiko kecelakaan bisa ditekan.

Usai mendengar respons pemerintah, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib. Namun, warga menegaskan akan kembali turun ke jalan jika perbaikan tak kunjung terealisasi.

“Yang kami butuhkan bukan janji, tapi bukti nyata,” pungkas Maulana.

Penulis : Dicky

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru