SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Ribuan masyarakat dari berbagai daerah memadati Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada hari pertama Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3). Mereka hadir untuk mengikuti tradisi riyayan bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang kembali digelar terbuka untuk publik.
Sejak pagi hari, antrean warga terlihat mengular di kawasan Grahadi. Masyarakat dari berbagai kalangan tampak antusias bersilaturahmi, bersalaman, hingga menyampaikan ucapan Idul Fitri secara langsung kepada Gubernur Khofifah dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.
Suasana hangat tanpa sekat terasa kental sepanjang kegiatan. Khofifah yang didampingi putranya, Jalaluddin Mannagalli, tampak menyapa warga satu per satu. Turut hadir pula Emil Dardak bersama Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak dan keluarga.
“Alhamdulillah, kita telah sampai ke Idul Fitri. Ini hari kembali ke fitrah. Saya ingin maaf-maafan langsung dengan masyarakat agar ke depan bisa lebih legowo sebelum kembali menjalankan tugas. Sekaligus ini ajang mendekatkan warga dengan pemimpinnya,” ujar Khofifah.
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jatim tidak hanya membuka ruang silaturahmi, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial. Warga yang hadir disuguhi beragam hidangan gratis dari pedagang kaki lima di sekitar Grahadi, mulai dari soto ayam, soto daging, nasi goreng, hingga bakso.
Menurut Khofifah, pelibatan pedagang kecil menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat di momen lebaran. Selain itu, setiap pengunjung juga mendapatkan paket sembako berisi beras 2 kilogram, biskuit, dan mie instan.
“Yang datang dari berbagai latar belakang. Ini upaya kami membersamai lebaran mereka, supaya tetap bisa menikmati kebahagiaan dengan membawa bekal dari sini,” jelasnya.
Ia menambahkan, tradisi riyayan memiliki makna strategis di tengah dinamika global yang turut berdampak pada kondisi ekonomi dalam negeri. Menurutnya, kebersamaan dan solidaritas sosial menjadi kunci untuk meredam dampak tersebut.
“Kita berharap konflik global bisa mereda karena dampaknya terasa sampai ke harga BBM dan kebutuhan lain. Yang bisa kita lakukan adalah memperkuat kebersamaan dalam lingkup kecil seperti ini,” tegasnya.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang acara. Salah satu warga, Siti Aminah, mengaku rutin menghadiri riyayan setiap tahun. Ia bahkan datang tanpa alas kaki demi bisa ikut bersilaturahmi langsung dengan gubernur.
“Saya dari Surabaya, tiap tahun datang. Alhamdulillah sangat membantu, terima kasih untuk Ibu Gubernur,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ahmad Fajar, pengemudi ojek online yang datang bersama dua anaknya. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan tersebut dan merasa terbantu dengan bantuan yang diberikan.
“Senang sekali bisa ketemu langsung. Dapat sembako untuk kebutuhan rumah, anak-anak juga dapat THR. Semoga Ibu Gubernur selalu sehat,” katanya.
Tradisi riyayan di Grahadi menjadi salah satu agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat. Selain mempererat hubungan antara pemerintah dan warga, kegiatan ini juga dinilai mampu menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha kecil.
Khofifah berharap, semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tercermin dalam kegiatan tersebut dapat terus terjaga di tengah masyarakat Jawa Timur.
“Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.


















Komentar