Rob Ancam Jantung Kota Kendal di 2030, Warsito Sudah Peringatkan Sejak Dini”

Jumat, 17 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL,RadarBangsa.co.id – Ketika sebagian orang memilih pasrah pada terjangan banjir rob di pesisir utara Kendal, Warsito justru menolak menyerah. Pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat itu tak henti berjuang menjaga garis pantai yang kian tergerus air laut.

“Setiap kali saya datang ke pantai, saya heran, kok garis pantainya makin mundur,” ujar Warsito.

Warsito,pun mengaku tahun mendatang, pihaknya bertekad menanam lebih banyak pohon mangrove.

“Nanti di tahun 2026 saya bertekad akan kembali menanam bayak mangrove lagi,”terang Warsito.

Prediksi terbaru menyebut, pada 2030 banjir rob bisa mencapai kawasan Alun-Alun Kendal, menandakan betapa gentingnya kondisi pesisir pantura.

Padahal, wilayah itu juga menjadi kawasan konservasi yang seharusnya mendapat perhatian khusus.

Di tengah kerusakan ekosistem dan abrasi yang tak terbendung, Warsito memilih langkah kecil tapi nyata. Ia mulai menanam mangrove di area yang dulu sudah gundul akibat terjangan gelombang.

“Sebelum mengajak warga, saya coba dulu sendiri. Setelah saya tanam, ternyata pohonnya bisa tumbuh tinggi, dan sedimen pasir berhenti di situ,” katanya. “Berarti pohon mangrove benar-benar bisa menahan ombak.”papar Warsito.

Upaya sederhana itu kemudian menular. Setelah melihat hasilnya, Warsito mengajak tetangga dan keluarganya untuk ikut menanam.

Kini, bibit-bibit mangrove tumbuh di sepanjang pantai utara Kendal, menjadi benteng alami yang menahan laju rob sekaligus penghasil oksigen bagi lingkungan sekitar.

Kisah Warsito bahkan menarik perhatian media internasional. Dalam tayangan BBC News di platform TikTok pada Jumat (17/10/2025), terekam perjuangan Warsito bersama warga setempat yang bahu-membahu menjaga pesisir dari kehancuran.

Bagi Warsito, menjaga ekosistem mangrove bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati.

“Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?” ucapnya sambil menatap deretan pohon muda yang mulai menghijau di tepi pantai.

 

 

Penulis : Rob

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian
Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:42

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Berita Terbaru