JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember mempercepat program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) sebagai upaya menekan kemiskinan ekstrem. Bupati Jember Gus Fawait meninjau langsung realisasi bantuan di Dusun Krajan, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Panti, Rabu (15/4/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas pembangunan rumah bagi warga penerima manfaat sesuai standar kelayakan. Sejumlah pejabat daerah turut mendampingi, mulai dari Pj Sekda hingga jajaran perangkat kecamatan dan desa.
Dalam peninjauan itu, Gus Fawait melihat langsung kondisi rumah yang telah direhabilitasi. Ia juga berdialog dengan warga penerima bantuan guna memastikan program berjalan tepat sasaran.
Pemkab Jember mencatat capaian program RTLH pada 2025 mencapai sekitar 200 unit. Untuk tahun 2026, target dinaikkan signifikan hingga 1.000 unit rumah layak huni.
Selain perbaikan fisik bangunan, bantuan yang diberikan bersifat menyeluruh. Warga tidak hanya menerima rumah yang layak, tetapi juga dukungan kebutuhan dasar seperti sembako, perlengkapan dapur, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Di Desa Kemuning Lor sendiri, realisasi tahap awal baru mencakup dua unit rumah dari total 23 usulan. Pemerintah desa berharap kuota bantuan dapat terus bertambah pada tahap berikutnya.
“Insya Allah tahun 2026 ini kami targetkan bisa sampai 1.000 rumah yang kita bantu perbaikannya. Rumah adalah kebutuhan pokok,” ujar Gus Fawait.
Kepala Desa Kemuning Lor, Abdul Wakiq, menyebut masih banyak warga yang membutuhkan bantuan serupa. “Pengajuan dari desa cukup banyak, namun yang terealisasi tahap ini baru dua unit,” katanya.
Program RTLH menjadi salah satu strategi utama Pemkab Jember dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hunian yang layak dinilai berpengaruh langsung terhadap kesehatan, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia.
Jika target tercapai, program ini berpotensi menekan angka kemiskinan sekaligus mempercepat pembangunan berbasis kesejahteraan di tingkat desa.
Gus Fawait menegaskan akan terus mengawal program RTLH agar tepat sasaran dan berkelanjutan. “Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” pungkasnya.








