Rupiah Melemah ke Level Rp16.300 per Dolar AS, BI Pastikan Stabilitas Terjaga

- Redaksi

Rabu, 15 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan tren pelemahan. Pada Rabu (15/1/2025), kurs dolar AS tercatat telah menembus level Rp16.300. Bank Indonesia (BI) menegaskan akan terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar di tengah gejolak ekonomi global.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi oleh dinamika global, terutama yang berasal dari Amerika Serikat. Perry mengaitkan situasi ini dengan perubahan kebijakan ekonomi setelah Donald Trump kembali terpilih sebagai Presiden AS.

“Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global, didukung oleh kebijakan stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia,” ujar Perry dalam konferensi pers, Rabu (15/1/2025).

Perry mengungkapkan, sejak akhir 2024 hingga awal 2025, rupiah mengalami pelemahan sebesar 1%. Meski demikian, jika dibandingkan dengan beberapa mata uang negara berkembang lainnya, seperti Rupee India, Peso Filipina, dan Baht Thailand, posisi rupiah relatif lebih stabil.

“Sebaliknya, rupiah justru menguat terhadap beberapa mata uang negara maju, selain dolar AS, dan tetap stabil terhadap mata uang negara berkembang lainnya,” tambahnya.

Perry menegaskan bahwa BI terus melakukan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, termasuk melalui intervensi pasar. Ia juga optimistis bahwa prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap positif akan menjadi faktor utama dalam menstabilkan nilai tukar ke depan.

“Ke depan, rupiah akan tetap stabil, didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang baik dan berbagai langkah stabilisasi yang telah kami lakukan,” jelas Perry.

Pernyataan BI ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar di tengah kekhawatiran global. Perry juga menekankan pentingnya koordinasi antara BI dan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk mengelola dampak dari gejolak nilai tukar.

Langkah BI ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para pelaku usaha, investor, dan masyarakat luas, meskipun tantangan global masih akan terus berlanjut di tahun 2025.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung
Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN
Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu
Bupati Kendal Tekankan ASN Wajib Hadir dan Responsif, Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
Bupati Kendal Minta ASN Tingkatkan Kompetensi, MOOC Jadi Solusi Pembelajaran Fleksibel
KPK Turun ke Asahan, Bimtek Anti Korupsi Jadi Alarm Perbaikan Layanan Publik
FLS3N Lamongan 2026 Cetak Talenta Muda, SDN Sumberkerep Raih Juara Pertama Seni Tari
Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik
Rupiah Melemah ke Level Rp16.300 per Dolar AS, BI Pastikan Stabilitas Terjaga

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:34 WIB

Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:32 WIB

Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:21 WIB

Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:49 WIB

Bupati Kendal Tekankan ASN Wajib Hadir dan Responsif, Jadi Teladan di Tengah Masyarakat

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:06 WIB

KPK Turun ke Asahan, Bimtek Anti Korupsi Jadi Alarm Perbaikan Layanan Publik

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:32 WIB