KENDAL,RadarBangsa.co.id – Sebanyak 32 santri baru resmi diserahkan oleh orang tua dan wali kepada pengasuh Pondok Pesantren Ribath El Masruri dalam prosesi serah terima santri Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Desa Rejosari, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Sabtu (11/7/2026).
Direktur Pondok Pesantren Ribath El Masruri sekaligus Kepala SMP Sains El Masruri, Aditya Syahrul Majid, mengatakan proses penerimaan santri tahun ini dilakukan secara selektif. Dari sekitar 70 calon peserta didik yang mendaftar, hanya 32 santri putra dan putri yang dinyatakan lolos.
“Seluruh peserta yang diterima telah melalui Tes Potensi Akademik (TPA) dengan nilai minimal di atas 80 serta berbagai tes kemampuan lainnya sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Aditya.
Menurut dia, SMP Sains El Masruri mengembangkan sistem pendidikan yang memadukan ilmu agama, akademik, dan teknologi. Program unggulannya meliputi target hafalan 10 juz Al-Qur’an selama jenjang SMP, pembinaan karakter dan kepemimpinan, penguatan kemampuan bahasa Inggris, hingga ekstrakurikuler robotik yang dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional.
Sebelum memasuki tahun ajaran baru, para calon santri juga telah mengikuti program pelatihan dan pembinaan selama sekitar satu bulan untuk membantu mereka beradaptasi dengan kehidupan di lingkungan pesantren.
Aditya menjelaskan, operasional pondok, termasuk penyediaan program beasiswa bagi santri, didukung oleh donasi keluarga besar pendiri. Sementara itu, pembangunan gedung dan berbagai fasilitas pesantren juga dibiayai melalui dukungan keluarga pendiri.
Pondok Pesantren Ribath El Masruri dirintis dan didirikan oleh Dr. KH. Zaenal Arifin, S.H., M.Kn. Gagasan mendirikan pesantren tersebut telah dipersiapkan sejak lama sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Melalui prosesi serah terima santri baru ini, Pondok Pesantren Ribath El Masruri berharap mampu mencetak generasi yang beriman, berakhlak mulia, unggul dalam bidang akademik, menguasai teknologi, serta siap menghadapi tantangan zaman.
Salah seorang wali santri, Hariono atau yang akrab disapa Mas Har, mengaku sengaja mengantarkan keponakannya untuk menempuh pendidikan di SMP Sains El Masruri. Ia berharap keponakannya dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berakhlak mulia, serta memiliki bekal ilmu agama dan pengetahuan umum yang seimbang.
Penulis : Tim
Editor : Arifin Zaenul


















Komentar